Puisi: Haru Karena Corona

Ilustrasi (Sumber: tirto.id)

Dan kepergian orang itu

Membuat resah…

Membuat gundah…

Juga hadir satu gelisah…

Kala kabar duka

Menusuk relung di dada

Betapa pedih…

Betapa sedih…

Kapan ini berakhir?

Nampaknya, cerita pilu terus terukir

Menjadikan diri seolah tak berdaya

Bagaimana harus ke mana-mana?

Kapan pandemi sirna?

Agar tak lagi diri merana

Dalam sunyi kekhawatiran

Dalam haru kesepian

Kiranya cukup menggebu

Tiap sosok kian layu

Semakin kaku

Hanya karena hal yang satu itu

Palangka Raya, 2021