BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Menindaklanjuti Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa status kebencanaan nonalam Pandemi Covid-19 diperpanjang pada tahun 2022, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalimantan Tengah kembali menggenjot kegiatan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran utama anak usia 6-11 tahun dan para lanjut usia.
Pasalnya, sebut Kepala Binda Kalteng, Brigjen TNI Sinyo, dengan perpanjangan status tersebut mengisyaratkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan Virus Corona pun berlanjut, termasuk vaksinasi.
Karena itu, ujarnya, pihaknya tak mau menunggu lama menindaklanjuti keputusan Pemerintah itu. “Binda Kalteng langsung melakukan langkah cepat. Terutama menggenjot vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai, khususnya anak usia 6-11 tahun dan lanjut usia,” kata Sinyo, Senin (3/1/2022).
“Hari ini, kami kembali melakukan vaksinasi terhadap 1.800 sasaran yang tersebar di satu kota dan tiga kabupaten di Kalteng. Yakni Kota Palangka Raya 700 anak dan lansia, Kabupaten Kotawaringin Barat 700 anak dan lansia, Pulang Pisau 300 anak dan Katingan 100 lansia,” lanjut dia.
Pada kegiatan vaksinasi kali ini, imbuh Sinyo, pihaknya menggandeng pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas yang ada di ketiga daerah.
“Kita bekerja sama dengan sekitar 25 puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan atau desa yang ada di tiga daerah sasaran. Ini sebagai upaya mempercepat capaian target vaksinasi, khususnya untuk anak 6-11 tahun dan lanjut usia yang menjadi sasaran utama Binda Kalteng,” beber Sinyo.
Lebih lanjut mantan Agen Madya Direktorat Jawa dan Bali Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN itu menambahkan, pada 1-15 Januari 2022 ini saja pihaknya menargetkan melaksanakan vaksinasi terhadap 10 ribu sasaran terdiri dari anak 6-11 tahun dan lansia di Kalimantan Tengah.
“Dalam dua pekan ke depan, kami menargetkan sedikitnya 10 ribu anak dan lansia di Kalteng bisa kita berikan vaksin Covid. Sehingga harapannya herd immunity atau kekebalan komunal di masyarakat betul-betul tercipta,” pungkas Brigjen TNI Sinyo. (ari)