Asap Masih Muncul, Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng Dinginkan Gambut di Bukit Tunggal

Tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng bersama Masyarakat Peduli Api melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang masih mengeluarkan asap di Jalan Riwut Tarung, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Riwut Tarung, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (2/10/2026).

Penanganan dilakukan sebagai tindak lanjut atas karhutla yang sebelumnya terjadi di lokasi tersebut. Tim melakukan pemadaman sekaligus pendinginan setelah masih menemukan kepulan asap yang berasal dari lahan gambut.

Kondisi lahan di lokasi didominasi semak belukar dan pakis-pakisan, serta ditumbuhi pohon tumih dan akasia.

Karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi menjalar dan menyimpan bara di dalam lapisan tanah sehingga proses penanganan harus dilakukan secara menyeluruh.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Kepala Dishut Provinsi Kalteng, Agustan Saining mengatakan, pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

“Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara menyeluruh, terutama karena lokasi berada di lahan gambut. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersimpan di dalam tanah,” ucapnya, Jumat (2/10/2026).

Dalam penanganan tersebut, personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng bersama tim pemadaman dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Petuk Katimpun dikerahkan ke lokasi.

Tim juga mendapat dukungan dari MPA Flamboyan, Hiu Putih dan Pahandut Seberang.

“Tim menggunakan satu unit mobil slip on dan rescue Thanoz, mesin pompa Honda WL, serta sejumlah peralatan pendukung pemadaman. Sumber air yang digunakan berasal dari sumur bor di sekitar lokasi,” tambah Agustan.

Dari kegiatan penanganan tersebut, tim berhasil melakukan pemadaman pada lahan sekitar 0,19 hektare. Pendinginan kemudian dilakukan secara intensif karena masih ditemukan kepulan asap dari bagian gambut.

“Dalam hal ini juga mengapresiasi keterlibatan seluruh personel dan masyarakat dalam penanganan karhutla. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar,” ungkapnya.

Agustan menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi rawan kebakaran.

Kewaspadaan dan pelaporan dini dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. (asp)