Dalkarhutla Dishut Kalteng Padamkan Karhutla di Tanjung Taruna

Tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla di kawasan Desa Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (3/10/2026).

Karhutla tersebut terjadi di kawasan Jalan Trans Kalimantan arah Palangka Raya-Banjarmasin. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali muncul, mengingat lokasi berada di kawasan lahan gambut dalam.

Berdasarkan laporan Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, penanganan dilakukan pada dua titik dengan luas masing-masing sekitar 0,22 hektare dan 0,08 hektare. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.58 WIB.

Kondisi lahan di lokasi didominasi semak belukar, pakis-pakisan, serta vegetasi berupa pohon tumih dan geronggang.

Meskipun api berhasil dikendalikan, tim masih menemukan kepulan asap di bagian tengah lokasi sehingga pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, ASN Dinas Kehutanan, petugas pemadam darat, BPBD Provinsi Kalteng, Manggala Agni, serta personel TNI dan Polri.

Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, tim mengerahkan satu unit mobil tangki water suplai berkapasitas 5.000 liter dan satu unit mobil tangki PTO berkapasitas 10.000 liter.

Sejumlah peralatan turut digunakan, di antaranya sembilan roll selang tembak 1,5 inci, nozzle spray, nozzle jet dan Y connector.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman hingga pendinginan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan api tidak kembali menyala, terutama pada kawasan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

“Pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat, tetapi juga dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap benar-benar aman,” ungkapnya

Penanganan hingga tahap pendinginan diharapkan dapat mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengurangi risiko penjalaran kebakaran ke area lahan di sekitarnya. (asp)