BALANGANEWS, SAMPIT – Musibah tragis terjadi di kawasan wisata Alam Salju, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (1/1). Seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat beraktivitas di area wisata yang bersinggungan dengan perairan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan informasi awal diterima melalui grup internal BPBD, selanjutnya Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban ke RSUD dr Murjani Sampit.
“Informasi yang kami terima, korban diperkirakan sudah berada di dalam air sekitar dua jam. TRC kemudian diminta membantu evakuasi korban menuju RSUD dr Murjani,” ujarnya.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan milik keluarga dengan pengawalan petugas BPBD. Ibu korban turut mendampingi selama perjalanan menuju fasilitas medis.
“Korban kami kawal dari lokasi kejadian hingga ke rumah sakit. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan. Berdasarkan informasi sementara, korban merupakan siswi sekolah dasar, berjenis kelamin perempuan, dengan perkiraan usia sekitar 12 tahun.
“Nama lengkap korban belum kami peroleh karena petugas masih berada di rumah sakit dan menghimpun data dari lapangan,” kata Multazam.
Ia menambahkan, korban diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Baamang. Setelah proses penanganan di rumah sakit selesai, jenazah dipersiapkan untuk dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans milik RSUD dr Murjani.
“Informasi terakhir yang kami terima, jenazah sedang dipersiapkan untuk dipulangkan ke rumah duka dengan ambulans rumah sakit,” tambahnya.
Terkait kronologi kejadian, Multazam menjelaskan bahwa korban datang ke lokasi wisata bersama keluarganya. Di kawasan Alam Salju terdapat area bermain air yang kerap dimanfaatkan pengunjung, termasuk anak-anak.
“Di lokasi tersebut memang terdapat area bermain air dan berenang. Apakah korban berenang ke bagian yang lebih dalam atau bagaimana detailnya, masih kami dalami,” ungkapnya.
Multazam menegaskan pentingnya kewaspadaan saat berwisata, khususnya di lokasi yang bersentuhan langsung dengan air. Ia mengingatkan orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Orang tua diharapkan tidak lengah dan selalu mengawasi anak-anak saat beraktivitas di tempat wisata air,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati selama perjalanan menuju dan dari lokasi wisata, mengingat arus lalu lintas dari Sampit menuju kawasan wisata pantai dan sebaliknya terpantau cukup padat.
“Berkendara dengan aman dan tertib, jangan memacu kendaraan berlebihan, demi keselamatan bersama,” pungkas Multazam. YUD










