BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Tangis pecah di tengah kepanikan warga saat kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kompleks Mendawai, Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Selasa (11/8/2026) siang.
Di antara kobaran api yang dengan cepat melahap bangunan berdempetan, dua nyawa kecil tak berhasil diselamatkan. Dua balita berinisial D (2) dan N (4) ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam Barak Nomor 2.
Kedua korban merupakan anak pasangan Fatimah (30), pemilik usaha laundry, dan Krismon (30) atau yang akrab disapa Emon. Saat kebakaran terjadi, terdapat lima anak di dalam barak tersebut. Tiga anak lainnya berhasil diselamatkan, sementara D dan N terperangkap hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Jenazah kedua balita kemudian dievakuasi dari lokasi menggunakan ambulans relawan dan dibawa ke Ruang Kamboja RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.
Lurah Palangka, Dawid, membenarkan adanya dua korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia mengatakan kedua korban masih berusia sangat belia, masing-masing 2 dan 4 tahun.
“Dua korban masih balita, berusia 2 dan 4 tahun,” ujar Dawid saat ditemui di lokasi kejadian.
Dawid mengatakan pihak kelurahan masih melakukan pendataan terhadap korban terdampak maupun kerugian material. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Kronologisnya kami belum mengetahui secara pasti karena masih dilakukan pendataan di lapangan. Nanti kami sampaikan lagi setelah penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Kesaksian warga menggambarkan betapa cepatnya api membesar. Dahlina (50), istri Suparmin, salah seorang warga terdampak, mengatakan kobaran api dalam hitungan menit telah menjalar ke bangunan di sekitarnya.
“Api cepat sekali membesar. Sekitar 10 menit sudah membakar hampir semua bangunan, termasuk rumah sekaligus tempat usaha tukang urut milik kami,” ujarnya dengan nada sedih.
Dahlina menduga api berasal dari bagian dapur yang posisinya berdempetan dengan dapur rumah dan barak. Sedikitnya empat bangunan terdampak, terdiri dari dua rumah dan satu barak dengan dua pintu.
Tidak banyak barang yang berhasil diselamatkan warga. “Hanya pakaian yang saya kenakan di badan ini saja yang sempat terselamatkan,” ungkap Dahlina lirih.
Sementara itu, Muliadi (44), penyewa Barak Nomor 1, mengaku sempat menyelamatkan seorang bayi berusia sekitar 4–5 bulan yang berada di jembatan kayu penghubung jalan utama dengan barak.
“Anak itu tergeletak di jembatan, lalu saya gendong untuk menyelamatkannya,” kata Muliadi.
Ia juga mengaku sempat mendengar suara seperti orang berkata “aduh” sebelum kebakaran membesar. Namun, ia tidak dapat memastikan sumber suara tersebut. YUD





