Datangi PAN dan Gerindra, Koyem Tegaskan Tidak Akan Mundur Calon Gubernur

, PALANGKA RAYA – Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng), Nadalsyah kembali menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Kalteng ke beberapa partai politik (parpol).

Kali ini, Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem ini menyerahkan berkas pendaftaran ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) dan ke DPD Kalteng, Senin (20/5/2024).

Koyem beserta rombongan dan pendukungnya mendatangi masing-masing kantor partai. Saat berada di , dia menegaskan tidak akan mundur dalam pemilihan kepala daerah () pada November 2024 nanti, sebagai calon Gubernur.

“Untuk tahun 2024 ini tidak ada lagi alasan untuk saya mundur. Saya tetap optimis untuk dapat menang dalam pilkada 2024 di Kalimantan Tengah ini,” ucapnya saat di DPW PAN Kalteng, Jalan Tingang Induk, Palangka Raya.

Bupati dua periode tersebut membeberkan, dirinya pada jauh-jauh hari telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencalonannya sebagai calon Gubernur Kalteng.

Ia mengharapkan, agar partai politik dapat saling bersinergi untuk mengusung dirinya dalam pemilihan kepala daerah, pada November 2024 mendatang. Dirinya yakin akan mampu untuk membangun Kalteng.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Kalteng, H. Achmad Diran menyambut baik kehadiran Nadalsyah ke partai logo matahari tersebut. Ia mengatakan bahwa berkas pendaftaran Nadalsyah sebagai bakal calon Gubernur Kalteng telah diterima.

“Selanjutnya akan segera kami tindaklanjuti. Untuk bagaimana nantinya keputusan ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD Kalteng, H. Iwan Kurniawan, menambahkan, bahwa masa pendaftaran di partai Gerindra masih panjang dan pihaknya akan terus membuka komunikasi dengan semua pihak.

“Masa pendaftaran masih cukup lama, dan komunikasi masih terus kita lakukan dengan semua pihak, salah satunya Pak H. Nadalsyah,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Nadalsyah telah mendaftar di enam partai politik, yakni Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PAN, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). (asp)