Muara Teweh – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar ajang adu fisik. Hal ini mengemuka saat pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) di Gedung Balai Antang, Sabtu (4/4/2026).
Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada hasil ujian tertulis ini. Pasalnya, seorang pengibar bendera pusaka dituntut tidak hanya gagah saat berbaris, tetapi juga tajam secara pemikiran dan cinta tanah air.
Kepala Badan Kesbangpol Barito Utara Rayadi melalui Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Sumadi Kamarol menekaskan pentingnya seleksi ini secara mendalam kepada media.
“Seleksi TWK dan TIU ini tidak hanya menguji pengetahuan dan kecerdasan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter kebangsaan. Kami berharap peserta yang lolos benar-benar memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan intelektual yang baik,” ujarnya penuh optimisme.
Sumadi menambahkan bahwa tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks, sehingga fondasi ideologi negara harus ditanamkan sejak dini. Melalui instrumen soal-soal TWK, panitia dapat mengukur sejauh mana kecintaan para pelajar terhadap Pancasila dan UUD 1945.
Tercatat sebanyak 91 peserta mengikuti seleksi TWK yang terdiri dari 50 peserta pria dan 41 peserta wanita, dari total awal 129 peserta yang terdaftar. Mereka disaring ketat demi mendapatkan kader-kader terbaik daerah yang punya kapasitas intelektual mumpuni.
Di dalam ruangan, peserta harus berpacu dengan waktu mengerjakan 20 soal dalam waktu 60 menit dengan pengawasan dari TNI, Polri, Kesbangpol, tenaga kesehatan, serta purna paskibraka. Seleksi ini menjadi bagian penting dalam menjaring generasi muda yang siap menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pada momentum kenegaraan.





