BALANGANEWS, KUALA PEMBUANG – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, menghadiri sekaligus memimpin Rapat Evaluasi Realisasi Pelaksanaan Kegiatan dan Penyerapan Anggaran Tahun Anggaran 2025.
Forum krusial akhir tahun ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Seruyan, Selasa (30/12/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dalam memastikan seluruh program serta kegiatan pembangunan bergerak linier.
Realisasi di lapangan harus berjalan sesuai dengan perencanaan, target capaian, serta ketentuan regulasi yang telah ditetapkan sejak awal tahun anggaran.
Rapat evaluasi penutupan tahun anggaran tersebut diikuti secara interaktif oleh para kepala perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta unsur teknis terkait di lingkungan Pemkab Seruyan.
Dalam forum koordinasi ini, masing-masing kepala perangkat daerah memaparkan secara rinci capaian realisasi fisik dan keuangan dari program kerja yang telah diselesaikan, sekaligus mengurai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Melalui pemaparan tersebut, dilakukan pembahasan secara komprehensif guna merumuskan langkah-langkah percepatan (akselerasi) serta solusi atas hambatan birokrasi yang berpotensi mengganggu kelancaran program ke depan.
Pj Sekda Seruyan, Bahrun Abbas, menegaskan bahwa rapat evaluasi ini memiliki peran strategis sebagai sarana pengendalian, intervensi, dan pengawasan internal terhadap pelaksanaan roda pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya komitmen kuat dan kesungguhan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengeksekusi setiap program yang telah direncanakan, agar target kinerja makro pemerintah daerah dapat tercapai secara optimal.
“Perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang disiplin, terukur, dan bertanggung jawab. Penyerapan anggaran tidak hanya dilihat dari besarnya realisasi, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pj Sekda Bahrun Abbas.
Lebih lanjut, Pj Sekda juga mengingatkan dengan tegas agar setiap perangkat daerah terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor, baik dalam fase perencanaan maupun pelaksanaan teknis kegiatan.
Menurut dia, sinergi antarpihak sangat diperlukan untuk meminimalkan kendala teknis dan administratif yang kerap berpotensi menghambat capaian kinerja keuangan daerah.
Ia juga mendorong agar monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, sehingga setiap sumbatan permasalahan dapat segera diidentifikasi serta ditandaklanjuti secara tepat sasaran. (red)





