Kriminalitas Kalteng Turun, Polda Paparkan Capaian 2025

Img 20260101 Wa0021
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat tren positif dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun Polda Kalteng yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur setempat, Rabu (31/12/2025).

Rilis akhir tahun ini dikolaborasikan dengan agenda Rilis Penyelenggaraan Pemprov Kalteng dan dibuka langsung oleh Gubernur H. Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, instansi terkait, serta insan pers dari media cetak, online, dan elektronik.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan dalam paparannya, menekankan bahwa sepanjang 2025 situasi keamanan daerah relatif terkendali, ditandai dengan menurunnya angka kriminalitas.

Jumlah tindak pidana tercatat mengalami penurunan sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 3.907 kasus pada 2024 menjadi 3.539 kasus di 2025, atau berkurang 368 kasus yang didominasi kejahatan konvensional.

“Untuk penyelesaian hukum pidana mengalami kenaikan 14 persen dari total 4.549 kasus yang ditangani, 3.262 perkara berhasil diselesaikan dengan tuntas,” ungkap Kapolda.

Di bidang lalu lintas, Kapolda menyampaikan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami sedikit kenaikan.

“Untuk analisa dan evaluasi di bidang lalu lintas, kasus jumlah laka lantas di tahun 2024 mengalami kenaikan dua persen, dari 1.112 kasus di tahun 2024 menjadi 1.137 kasus pada tahun 2025,” jelasnya.

Meski demikian, dampak fatalitas kecelakaan menunjukkan perbaikan.

“Sedangkan untuk korban meninggal dunia mengalami penurunan dari 331 orang di tahun 2024 menjadi 197 orang di tahun 2025. Namun untuk jumlah korban luka berat mengalami kenaikan dari 84 orang di tahun 2024 menjadi 152 orng di tahun 2025,” terangnya.

Kapolda juga memaparkan berbagai pengungkapan kasus besar yang menjadi perhatian publik sepanjang 2025..Salah satunya penertiban kawasan hutan dan kejahatan di lingkungan perkebunan.

Dalam operasi tersebut, Polda Kalteng menertibkan 309 korporasi perkebunan sawit dengan luas lahan mencapai 619.806 hektare.

“Kegiatan ini juga berdampak pada munculnya beberapa permasalahan sosial, antara lain permortalan oleh kelompok masyarakat sebanyak 9 aksi, sengketa lahan antar kelompok masyarakat 142 aksi, pencurian dan penjarahan tandan buah segar (TBS) sawit sebanyak 307 laporan, serta aksi unjuk rasa akibat pengalihan kerja sama usaha (KSO) sebanyak 6 aksi,” beber Kapolda.

Dalam penanganan kejahatan perkebunan, Polda Kalteng berhasil mengamankan 27 pelaku penjarahan massal TBS sawit di PT AKPL Seruyan.

Dari total 307 laporan pencurian dan penjarahan sawit, sebanyak 234 kasus telah diselesaikan dengan jumlah tersangka mencapai 516 orang.

Kasus premanisme juga menjadi sorotan, termasuk perkara yang melibatkan ormas Grib Jaya. Polda Kalteng menetapkan tiga tersangka, yakni Robert Son, Mujianto, dan Yuan Siswanto Son, yang kemudian divonis lima bulan penjara oleh pengadilan.

Sementara itu, dalam penanganan mafia tanah, Polda Kalteng menangani empat kasus sepanjang 2025, dengan tiga kasus telah tuntas dan satu kasus masih menunggu P-19 dari Jaksa Penuntut Umum.

Dua kasus yang menjadi target Kementerian Pertanahan juga berhasil diselesaikan.

Di bidang pemberantasan narkoba, Polda Kalteng mencatat capaian signifikan, salah satunya pengungkapan jaringan sabu lintas provinsi oleh Polres Lamandau dengan barang bukti sabu seberat 46,7 kilogram.

Secara keseluruhan, sepanjang 2025 ditangani 690 kasus narkotika dengan 849 tersangka.

Barang bukti yang diamankan meliputi sabu 834 kilogram, ganja 0,2 kilogram, ekstasi 765 butir, karisoprodol 2.269 butir, obat daftar G 4.670 butir, serta empat perkara yang diselesaikan melalui restorative justice.

Menutup paparannya, Kapolda menegaskan komitmen Polda Kalteng untuk terus mendukung visi dan misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Inilah hasil kinerja dari Polda Kalteng, saya harap di tahun 2026 Polda Kalteng bisa lebih baik lagi dalam menangani kasus – kasus di Kalteng, sekaligus memperkuat dukungan terhadap Asta Cita Presiden untuk Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (asp)