Balanganews.com
Home » Eksekutif » Pemprov Kalteng » Warga Kalteng Apresiasi Pangan Murah Pemprov, Harap Jadi Agenda Rutin dan Sediakan LPG
Pemprov Kalteng

Warga Kalteng Apresiasi Pangan Murah Pemprov, Harap Jadi Agenda Rutin dan Sediakan LPG

Img 20260213 Wa0027
Ibu Rumah Tangga bernama Mama Sena usai berbelanja kebutuhan pokok pada kegiatan Gerakan Pangam Murah (GPM) Pemprov Kalteng

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) mendapat sambutan antusias dari warga.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah dapat memperbaiki sistem antrean dan menambah komoditas gas LPG dalam kegiatan berikutnya.

Salah satu warga, Yudi, mengungkapkan bahwa selisih harga yang ditawarkan di pasar pangan murah ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Menurutnya, harga komoditas seperti telur dan beras jauh di bawah harga pasaran saat ini.

“Tanggapan harganya murah banget, makanya peminatnya banyak. Kalau telur di pasar 60 ribu, di sini cuma 50 ribu. Beras dan bawang juga selisihnya jauh,” ujar Yudi saat ditemui di lokasi kegiatan GPM Pemprov Kalteng, di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan setempat, Jumat (13/2/2026).

Senada dengan Yudi, seorang ibu rumah tangga bernama Mama Sena menyatakan bahwa pasar murah ini menjadi alternatif bagi masyarakat menengah ke bawah di tengah kenaikan harga pangan. Namun, ia menyarankan agar ke depannya pemerintah juga menyediakan gas LPG 3 kg yang harganya kini mulai melambung di pasar tradisional.

“Sangat membantu masyarakat kalangan bawah. Harapannya tiap bulan ada terus pasar murah begini. Kalau bisa ada gas juga, karena di toko-toko harga gas 3 kg sudah sampai 38 ribu rupiah,” kata Mama Sena.

Di samping apresiasi terhadap harga, warga juga memberikan catatan kritis terkait manajemen lapangan. Yudi menyoroti sistem antrean yang dinilai kurang teratur sehingga menyebabkan warga berdesak-desakan, terutama bagi mereka yang membawa anak kecil.

“Mekanisme antreannya perlu diperbaiki, kalau bisa pakai nomor antrean agar tidak desak-desakan. Tempatnya juga kalau bisa lebih luas, mungkin di lapangan agar parkir motor dan lapaknya lebih enak,” tambahnya.

Melalui Gerakan Pasar Murah ini, Pemprov Kalteng berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.

Keinginan warga agar kegiatan ini menjadi agenda bulanan serta penambahan komoditas gas LPG menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi intervensi pasar ke depannya. (asp)

Berita Terkait