Balanganews.com
Palangka Raya

Akselerasi UMKM Naik Kelas, Bank Indonesia Kalteng Luncurkan Get Up Bajukung 2026

Img 20260213 Wa0016

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat struktur ekonomi daerah melalui peluncuran program Get Up Bajukung (Gelora Transformasi UMKM Potensial Bersama Menuju UMKM Unggulan) Tahun 2026.

Program tahunan ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk menjaring serta membina pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memiliki daya saing tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Kegiatan peluncuran yang berlangsung di Palangka Raya ini dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yuliansah Andrias, Rabu (11/2/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalteng, Sri Widarnani, sebagai representasi sinergi yang solid antara otoritas moneter dengan Pemerintah Daerah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

Dalam sambutannya, Yuliansah Andrias memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku UMKM yang telah berhasil melewati proses kurasi ketat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan partisipasi aktif para peserta dalam mengikuti rangkaian pembinaan sepanjang tahun.

“Program Get Up Bajukung diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM potensial untuk naik kelas, memperkuat kapasitas usaha, serta terhubung dengan ekosistem pembiayaan dan pemasaran yang lebih luas,” ujar Yuliansah.

Literasi Pembiayaan dan Perlindungan Konsumen
Guna membekali peserta dengan pemahaman finansial yang komprehensif, acara ini menghadirkan sesi talkshow bertajuk “Memahami Pembiayaan UMKM: Pilihan, Skema, dan Perlindungan”.

Sesi ini menghadirkan narasumber lintas otoritas dan lembaga keuangan, yakni Bank Kalteng, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank Kalteng, melalui Pemimpin Bisnis Cabang Palangka Raya, memaparkan berbagai pilihan skema pembiayaan konvensional yang ramah bagi pelaku usaha lokal. Sementara itu, Micro Manager BSI menjelaskan alternatif pembiayaan berbasis syariah yang kini semakin diminati, lengkap dengan berbagai program unggulannya.

Di sisi lain, OJK memberikan edukasi krusial mengenai kebijakan perlindungan konsumen. Penjelasan ini bertujuan agar para pelaku usaha tidak hanya cerdas dalam mencari modal, tetapi juga waspada dan terliterasi dengan baik mengenai keamanan dalam mengakses layanan jasa keuangan.

Sebagai bentuk motivasi nyata, Get Up Bajukung 2026 juga menampilkan kisah sukses (success story) dari dua UMKM binaan Bank Indonesia yang telah lebih dulu mapan, yakni Dapur S’Best dan Indang Apang Galeri.

Pemilik Dapur S’Best, Nindita Nareswari, membagikan kunci keberhasilannya dalam menembus pasar ritel modern. Ia menitikberatkan pada pentingnya pemenuhan legalitas usaha serta penguatan sinergi dalam kelompok bisnis untuk mempercepat pertumbuhan.

Senada dengan itu, Amelia Agustina selaku pemilik Indang Apang Galeri mengisahkan transformasinya selama menjadi mitra binaan Bank Indonesia.

Ia menekankan bagaimana proses pembinaan yang intensif mampu meningkatkan kualitas produk hingga level standar ekspor serta membuka peluang kolaborasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Melalui program Get Up Bajukung 2026 ini, Bank Indonesia Kalimantan Tengah berharap akan lahir bibit-bibit UMKM unggulan baru yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (asp)

Berita Terkait