BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa penerapan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bukan sekadar urusan administratif maupun penentuan besaran jasa medis.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembayaran KBK Tingkat Provinsi Kalteng, di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Rabu (15/4/2026).
Dalam forum yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut, Suyuti menekankan bahwa setiap data yang dihasilkan dalam sistem KBK memiliki kaitan erat dengan tanggung jawab moral tenaga medis terhadap kesehatan publik.
“Perlu kita sadari bersama bahwa KBK bukan hanya instrumen administratif untuk menentukan besaran jasa medis atau kapitasi yang kita terima. Lebih dari itu, KBK adalah indikator kualitas pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Suyuti Syamsul.
Ia memaparkan bahwa indikator-indikator teknis seperti angka kontak, rasio rujukan non-spesialistik, hingga rasio Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan parameter nyata efektivitas pelayanan di lapangan.
“Setiap persentase yang muncul pada angka kontak, rasio rujukan non-spesialistik, maupun rasio prolanis, adalah cerminan dari seberapa efektif kita menjaga kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suyuti menyoroti tiga poin krusial. Pertama, FKTP harus proaktif menjangkau pasien ketimbang hanya menunggu di tempat.
Kedua, optimalisasi fungsi FKTP sebagai gatekeeper untuk memastikan rujukan dilakukan murni berdasarkan indikasi medis. Ketiga, penguatan kepatuhan kontrol rutin bagi peserta Prolanis.
Meski memahami adanya kendala teknis seperti jaringan aplikasi dan beban kerja, Suyuti meminta forum tersebut menjadi ajang pemecahan masalah secara konkret.
“Saya menyadari bahwa tantangan di lapangan sangat dinamis yaitu mulai dari kendala jaringan aplikasi hingga beban kerja tenaga medis. Namun, melalui forum ini, saya berharap kita tidak hanya memaparkan data, tetapi juga mencari solusi atas hambatan yang ada,” ungkapnya.
Suyuti menegaskan bahwa kualitas layanan di FKTP adalah fondasi utama investasi bangsa. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh pimpinan FKTP di Kalimantan Tengah untuk segera melakukan langkah perbaikan pada indikator yang masih di bawah target.
“Saya meminta seluruh pimpinan FKTP untuk segera melakukan perbaikan pada indikator yang masih di bawah target setelah kegiatan ini selesai. Mari kita tingkatkan sinergi dengan BPJS Kesehatan dan pihak terkait demi pelayanan yang lebih bermutu dan akuntabel,” pungkasnya. (asp)





