Sasar Pasar Global, Kalteng Perkuat IKM Rotan

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai memperkuat kapasitas para pengrajin lokal melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Kerajinan Rotan.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis sumber daya lokal agar mampu menembus pasar ekspor.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026 di Palangka Raya ini, fokus pada inovasi desain dan efisiensi pengolahan bahan baku.

Mengingat Indonesia memasok sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia, Kalteng sebagai salah satu daerah penghasil utama dinilai memiliki peluang besar di pasar global.

Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Norhani, menjelaskan bahwa keunggulan rotan yang kuat, ringan, dan fleksibel menjadikan produk turunan seperti furnitur sangat diminati pasar internasional, terutama yang berbasis ramah lingkungan.

“Dengan potensi bahan baku yang besar serta banyaknya pengrajin di daerah, Kalimantan Tengah harus mampu hadir menjawab tantangan industri rotan agar mampu berkembang dan bersaing,” ujar Norhani, Senin (11/5/2026).

Meski demikian, Norhani tidak menampik adanya tantangan dalam industri ini, mulai dari isu konservasi hutan hingga penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pewarnaan yang dapat mencemari lingkungan.

Ia menekankan pentingnya transisi menuju teknologi pengolahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen terus mendorong pengembangan Industri Kecil dan Menengah agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah mendorong pengrajin untuk tidak hanya terpaku pada teknik tradisional, tetapi juga berani berinovasi menciptakan produk yang estetis dan memiliki nilai jual tinggi.

Produk hasil pelatihan ini nantinya akan dipromosikan melalui ajang Kalteng Expo guna menarik minat investor serta memperluas jangkauan pasar.

Norhani berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum ini untuk mengasah kompetensi dan memperluas jaringan usaha.

Hal ini krusial agar produk kerajinan tangan Bumi Tambun Bungai dapat bersaing dengan produk dari negara lain di kancah internasional. (asp)