BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, memberikan jaminan kepada masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini dalam kondisi sangat aman.
Pertamina kini mengerahkan seluruh kekuatan armada dan memperpanjang operasional SPBU guna memastikan warga tidak perlu lagi mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar.
Usai berkoordinasi dengan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Isfahani memaparkan data ketersediaan energi yang melimpah terutama di Fuel Terminal Pulang Pisau.
Ia menyebutkan, saat ini stok pertamax mencapai 1.172 kiloliter, pertalite 3.340 kiloliter, dan biosolar sebanyak 2.179 kiloliter.
Selanjutnya, Kalteng disupport juga depo BBM atau fuel terminal BBM di Banjarmasin yang mengcover alternatif dan tambahan, selain dua terminal BBM di Kalteng, yakni di Pangkalan Bun dan Sampit.
“Dapat kami sampaikan bahwa dengan kondisi volume BBM seperti yang sampaikan tadi dan rencana kedatangan kapal di wilayah kita, maka ketersediaan BBM dalam kondisi yang sangat aman,” ujar Isfahani, Sabtu (9/5/2026) malam.
Sebagai solusi praktis mengatasi kepadatan di lapangan, Pertamina menginstruksikan 17 SPBU di Kota Palangka Raya untuk beroperasi 24 jam.
Langkah tersebut diambil agar masyarakat memiliki waktu lebih fleksibel untuk mengisi BBM tanpa harus menumpuk di jam-jam tertentu.
“Untuk masa penanganan kondisi saat ini, kami sebagaimana arahan pimpinan untuk dan masukan dari Pak Gubernur, mendorong SPBU untuk beroperasi 24 jam dalam rangka untuk mengurangi antrean dan menyelesaikan masa kondisi seperti sekarang ini,” jelasnya.
Isfahani juga meluruskan isu yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan, antrean yang terjadi belakangan ini sebenarnya dipicu oleh lonjakan permintaan Pertamax, bukan karena kelangkaan produk bersubsidi seperti Pertalite atau Solar.
Sebagai produk non-subsidi, Pertamax tidak memiliki batasan kuota dan akan terus dipasok sesuai kebutuhan pasar.
“Produk Pertamax itu sebenarnya bukan produk subsidi. Jadi biar kuotanya tidak dibatasi. Adapun penyaluran yang direncanakan Pertamina tentu saja berdasarkan kondisi kebutuhan di masyarakat,” tambahnya.
Selain memperkuat distribusi, Pertamina juga meminta pengelola SPBU untuk menambah atau mengoptimalkan jumlah petugas di lapangan.
Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pengisian di pompa bensin (nozzle) sehingga durasi antrean kendaraan per menitnya dapat ditekan seminimal mungkin.
“Terkait dengan pelayanan, tentu saja pada masa-masa waktu-waktu pelayanan tinggi, itu kita meminta SPBU untuk dapat mengoptimalkan karyawannya. Kadang-kadang menambah karyawan ataupun mempergunakan peran-peran dari petugas yang ada di SPBU untuk dapat mempercepat pelayanan kepada konsumen,” imbuhnya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan pengisian secara berlebihan (panic buying), karena seluruh jalur distribusi dari berbagai depo pendukung di Kalimantan telah disiagakan penuh untuk menyuplai Kalteng. (asp)





