Kalteng Expo 2026: Dinas TPHP Promosikan Beras Premium hingga Buka Klinik Tani

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ambil bagian secara aktif dalam ajang Kalteng Expo 2026 di Halaman GOR Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut KM 5, Palangka Raya.

Langkah ini diambil sebagai strategi taktis untuk mempromosikan aneka produk pangan bermutu sekaligus mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai 17 hingga 23 Mei 2026.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menyampaikan bahwa keikutsertaan instansinya dalam Kalteng Expo 2026 merupakan bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan memacu stimulus produksi pertanian di regional Kalimantan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan potensi besar sektor pertanian, hortikultura, dan peternakan Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas. Promosi produk unggulan daerah menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendorong kesejahteraan petani dan peternak,” urai Rendy.

Di gerai pameran tersebut, Dinas TPHP Kalteng memajang komoditas beras lokal premium yang menjadi andalan daerah, seperti Beras Talun dan Beras Siam Epang.

Selain itu, dipamerkan pula aneka produk hortikultura segar serta hilirisasi produk pangan olahan berupa keripik bayam, keripik kalakai, keripik terung, stik ubi, aneka biofarmaka, hingga produk peternakan dari kelompok tani binaan yang telah mengantongi standar keamanan pangan.

Tidak sekadar menjadi ruang pameran dagang, stan Dinas TPHP Kalteng juga mengintegrasikan fungsi edukasi melalui penyediaan fasilitas Klinik Tani.

Layanan ini ditujukan sebagai wadah konsultasi teknis gratis bagi petani, peternak, maupun masyarakat perkotaan yang membutuhkan bimbingan langsung dari penyuluh dan tenaga medis veteriner berkompeten.

Masyarakat dapat berkonsultasi mengenai teknik budidaya, manajemen usaha tani, formulasi pakan, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Petugas teknis stand Dinas TPHP Kalteng, Goalter Zoko, mengungkapkan bahwa kehadiran gerai konsultasi ini sangat solutif dalam menjawab persoalan riil yang dihadapi para pelaku hobi maupun petani di lapangan.

Ia mencontohkan langsung salah satu kasus konkret yang dialami oleh pengunjung pameran yang memerlukan informasi tentang tanaman cabai yang ditanamnya mengalami serangan penyakit busuk buah (Antraknosa) yang disebabkan oleh jamur.

“Kehadiran Klinik Tani diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus menjadi media pelayanan publik yang lebih dekat, informatif, dan solutif. Seperti yang dialami oleh salah satu pengunjung yang memerlukan informasi tentang tanaman cabai yang ditanamnya mengalami serangan penyakit busuk buah (Antraknosa) yang disebabkan oleh jamur,” urai Goalter Zoko pascamendampingi pengunjung.

Melalui integrasi promosi komoditas dan pelayanan edukatif ini, partisipasi Dinas TPHP Kalteng dalam Kalteng Expo 2026 diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi para petani lokal.

Kemudian juga menaikkan kelas produk pangan khas daerah, serta mewujudkan ekosistem pertanian Kalteng yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (asp)