BALANGANEWS, KUALA KURUN – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) terus menunjukkan komitmen, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sektor jagung sekaligus upaya memberdayakan masyarakat petani.
Sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan warga ini bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan melalui kerja sama yang produktif. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan pemindahan hasil panen komoditas jagung.
“Sebanyak 29 karung jagung yang masih berbentuk tongkol dipindahkan dengan penuh semangat dan secara bergotong royong menuju area pengolahan lanjutan,” ucap Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, melalui Kabag SDM Kompol Marolop Purba, S.H, Rabu (24/6/2026).
Dia mengakui, hasil bumi berupa jagung tersebut merupakan komoditas dari masa panen yang telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Tanaman jagung itu dirawat secara intensif, dan dipanen dari lahan produktif seluas kurang lebih satu hektare yang dikelola secara terpadu.
“Pemindahan 29 karung jagung ini menjadi bagian dari standar operasional pasca panen, agar hasil pertanian memiliki kualitas tinggi,” ujarnya.
Untuk proses selanjutnya, kata dia, difokuskan pada tahap penjemuran di bawah sinar matahari secara optimal untuk memastikan tingkat kekeringan yang pas. Setelah tongkol jagung dijemur dan dipastikan benar-benar kering, maka tahapan selanjutnya yang akan dilakukan adalah proses pemipilan.
“Seluruh rangkaian kegiatan pasca panen tersebut dikerjakan dengan sangat teliti, agar biji jagung yang dihasilkan nantinya tidak rusak dan siap pakai,” jelas Kabag SDM.
Dia memastikan, seluruh tahap proses pasca panen berupa penjemuran tongkol jagung akan dikerjakan dengan standar yang baik, demi nilai ekonomi yang maksimal.
“Setelah kadar airnya hilang dan mengering dengan sempurna, maka kelompok tani binaan akan segera lakukan proses pipil, sehingga jagung tersebut siap didistribusikan ke Gudang Bulog Kuala Kurun,” terangnya.
Dia mengatakan, kesuksesan seluruh tahapan itu merupakan bentuk kerjasama kelompok tani binaan Polres Gumas dengan pihak kepolisian dan dinas pertanian setempat, yang bisa menyentuh langsung aspek kemandirian dan kesejahteraan masyarakat petani.
“Kami mengapresiasi kerja keras dan keuletan para petani yang mampu mengelola lahan seluas satu hektare, dengan menghasilkan panen yang sangat memuaskan,” terangnya.
Dia juga menyakini, kegiatan positif tersebut akan memiliki dampak ganda yang sangat baik untuk ekonomi petani. Selain memastikan ketersediaan pasokan pangan komoditas jagung yang stabil dari Kabupaten Gumas, langkah ini juga memberikan keterampilan manajemen pertanian mandiri bagi warga petani. (ahs)





