BPBD Akan Melaksanakan Apel Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati

BALANGANEWS, – Setelah di Kecamatan Mendawai dan di dua pekan yang lalu, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah () Kabupaten Katingan akan mengadakan lagi apel siaga penanganan hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan .

Demikian kata kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD setempat, Markus yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Jum'at (5/7/2024), di ruang kerjanya.

Tempat pelaksanaannya menurutnya sesuai rencana akan dilaksanakan di halaman kantor Bupati Katingan. Sedangkan waktunya, dalam pekan ini juga.

“Yang hadir nanti jumlahnya sekitar 150 personil,” kata Markus, seraya menyebutkan, jika tidak berhalangan yang akan menjadi inspektur upacara nanti, adalah Penjabat (Pj) Bupati Katingan, Saiful.

Diantara 150 personil yang akan mengikuti apel siaga penanganan bencana Karhutla nantinya menurutnya, terdiri dari puluhan personil BPBD, Satgas Damkar Kecamatan Katingan Katingan Hilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), personil Kodim 1019/Katingan, Katingan, Polsek Katingan Hilir, dan Damkarmat dan puluhan instansi vertikal lainnya yang ada hubungannya dengan penanggulangan Karhutla.

Selanjutnya, mengenai sarana dan prasarana (Sarpras) serta sejumlah fasilitas untuk kegiatan tersebut nantinya menurutnya, sudah dipersiapkan dengan lengkap.

“Seperti armada Damkar beserta Damkar-nya sebanyak 4 unit dan puluhan personil BPBD,” sebutnya.

Adapun tujuan digelarnya siaga Karhutla dimaksud menurutnya untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti Karhutla di musim kemarau pada Agustus hingga Oktober 2024 mendatang.

“Sehingga, ketika daerah kita dilanda musibah kebakaran, baik di dalam hutan maupun di lahan-lahan milik masyarakat, BPBD dan instansi terkait lainnya bisa sesegera mungkin melakukan pemadaman,” kata Markus.

Bahkan, sebelum terjadinya Karhutla, di dalam kegiatan nanti, BPBD menurutnya akan memberikan edukasi tentang pencegahan Karhutla. Pasalnya, mencegah lebih baik dari pada melakukan pemadaman ketika api sudah terjadi.

“Pencegahan ini erat hubungannya dengan harapan kita agar tidak membakar lahan dengan sembarangan,” terangnya.

Karena, kalau terjadi Karhutla yang sudah membesar, yang menderita kerugian bukan hanya Pemkab Katingan saja, tapi akan berdampak pula kerugian terhadap masyarakat. Dampaknya, dikhawatirkan banyak masyarakat menderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut atau ispa, lantaran asap mengepul di mana-mana.

“Dampak lainnya, terganggunya , baik darat, laut maupun lewat udara (penerbangan),” sebut mantan Kabag Protokol di Setda Katingan ini. (abu)