BALANGANEWS, KASONGAN – Istilah zona hijau dan zona kuning di masing-masing desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Katingan hendaknya dilakukan evaluasi secara terus-menerus.
“Kalau perlu update setiap hari,” kata Rudi Hartono S Sos, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan kepada sejumlah media, Kamis siang (28/1/2021).
Pasalnya hal ini menurut Rudi, erat hubungannya dengan pemberian rekomendasi oleh Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Katingan kepada puluhan sekolah di Kabupaten Katingan, baik itu di Sekolah Dasar (SD) maupun di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar tatap muka.
Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, dari beberapa sekolah di sana ditemui sekolah yang tadinya telah melaksanakan proses belajar-mengajar tatap muka, namun sepekan kemudian kita temui adanya masyarakat setempat yang terpapar wabah Covid-19.
“Kalau saja pihak sekolah ataupun Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan melakukan evaluasi, dan benar ditemui adanya masyakarat di sekitar desa tersebut yang terpapar Covid-19, sebaiknya beberapa sekolah yang ada di sekitar desa tersebut diganti dengan proses belajarnya dengan sistem daring (online),” ujarnya.
Karena, jika dilanjutkan dirinya khawatir masyarakat yang akan terpapar wabah Covid-19 ini kian hari bukannya menghilang dari bumi Penyang Hinje Simpei, tapi akan semakin bertambah.
Terkait dengan pelaksanaan proses belajar-mengajar dengan sistem tatap muka dimaksud, meskipun dirinya menyambut baik. Namun, ketika dilaksanakan, dirinya berharap kepada pengawas di Dinas Pendidikan setempat agar melakukan pengawasan seketat mungkin.
“Yang perlu diawasi di samping penggunaan masker bagi guru dan siswanya, juga tempat pencucian beserta sabun dan airnya,” sebutnya.
Sebab, berdasarkan hasil kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu, adanya sekolah yang belum menyediakan fasilitas pencucian tangan dan ditemui pula adanya siswa yang tidak memakai masker.
“Padahal sepengetahuan saya, penggunaan masker setiap siswa dan guru serta menyediakan tempat mencuci tangan itu merupakan syarat utama dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar di tengah situasi pandemi Covid-19 ini,” jelas anggota dewan asal Dapil Katingan III yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini.
Kesimpulannya, legislator yang juga mantan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini berharap dengan penuh kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan agar melakukan evaluasi terhadap zona desa dan kelurahan.
“Karena, bisa saja desa yang tadinya berstatus zona hijau, setelah melakukan proses belajar-mengajar selama satu bulan tiba-tiba menjadi zona merah, lantaran ditemuinya masyarakat setempat tertular Covid-19,” pungkas legislator parpol berlambang pohon beringin ini. (abu)