BALANGANEWS, SAMPIT – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mempersiapkan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk mengaktifkan kembali struktur organisasi di tingkat kecamatan hingga desa.
Ketua DPD PAN Kotim Abdul Hafid mengatakan, pembentukan panitia Muscab menjadi langkah awal untuk menata kembali organisasi partai agar kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa dapat berjalan aktif.
“Panitia Muscab sudah dibentuk. Kami berharap panitia segera bekerja agar pelaksanaannya bisa dipersiapkan dalam waktu dekat,” ujar Hafid dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, penguatan struktur organisasi penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus meningkatkan kemampuan PAN dalam menyerap aspirasi masyarakat.
“Struktur partai harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Dengan organisasi yang berjalan baik, penyerapan aspirasi rakyat diharapkan bisa lebih optimal,” kata anggota DPRD Kalteng tersebut.
Pada Pemilu 2024, PAN meraih lima kursi di DPRD Kotim, dengan keterwakilan di setiap daerah pemilihan.
Selain itu, PAN juga memiliki perwakilan di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melalui Abdul Hafid serta di DPR RI melalui Muhammad Syauqie, anggota Komisi V sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar).
Hafid menegaskan, capaian tersebut perlu diiringi dengan penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Dengan struktur yang aktif, komunikasi dengan masyarakat diharapkan semakin baik sehingga aspirasi dari daerah dapat dihimpun dan diperjuangkan melalui jalur legislatif.
“Kepercayaan masyarakat harus diiringi dengan kerja organisasi yang nyata. Karena itu, penguatan struktur menjadi bagian penting agar aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan diperjuangkan melalui jalur yang tepat,” tegasnya.
Ia berharap proses penataan organisasi dan persiapan Muscab mendapat dukungan dari seluruh kader PAN di Kotim.
Hafid juga membuka kesempatan bagi kader maupun tokoh masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam kepengurusan partai ke depan.
“Kami terbuka bagi kader dan tokoh masyarakat yang ingin bergabung dan bersama-sama membangun organisasi. Harapannya, kepengurusan yang terbentuk nantinya dapat bekerja aktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (asp)





