BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, menyerukan persatuan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan terbuka yang mengusung pesan “Kalteng Harus Satu Suara! Jangan Biarkan Rakyat Terus Menghirup Asap!” bertepatan dengan peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila pada 28 Oktober 2026.
Bush menegaskan, kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan, pendidikan anak-anak, aktivitas perekonomian, dan masa depan masyarakat Kalteng.
“Persoalan kabut asap ini tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Karena itu, semua pihak harus bersatu dan mengambil langkah nyata agar masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih,” ujar Bush, Senin (12/10/2026).
Ia mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan organisasi untuk mengutamakan solidaritas serta tidak membiarkan perbedaan menjadi pemicu perpecahan.
Menurutnya, penanganan karhutla dan dampak kabut asap membutuhkan kerja sama lintas sektor serta kepedulian bersama.
Bush juga meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla, mulai dari pengerahan personel dan peralatan, penyediaan layanan kesehatan, hingga perlindungan bagi masyarakat terdampak.
“Kami tidak ingin mempertentangkan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Justru yang kami dorong adalah sinergi yang lebih kuat, pembagian tugas yang jelas, serta kebijakan yang benar-benar berorientasi pada keselamatan masyarakat,” katanya.
Dalam pernyataannya, Bush menyampaikan tujuh tuntutan, yakni memperkuat operasi pemadaman darat dan udara sesuai kebutuhan lapangan; mempercepat perlindungan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan; memastikan ketersediaan masker, layanan kesehatan, rumah oksigen, dan fasilitas penanganan gangguan pernapasan; serta menjamin keselamatan pendidikan anak melalui kebijakan sekolah yang mempertimbangkan kualitas udara.
Selain itu, ia mendorong penegakan hukum yang tegas, objektif, dan transparan terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran hutan dan lahan.
Dukungan anggaran bagi masyarakat terdampak, termasuk pekerja kecil dan keluarga berpenghasilan rendah, serta penguatan koordinasi nasional dalam penanganan bencana juga menjadi perhatian.
“Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya meminta hak untuk menghirup udara bersih. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Bush berharap seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat luas dapat memperkuat gotong royong dalam menghadapi dampak karhutla.
Ia menilai, upaya penanganan yang terkoordinasi dan berkelanjutan diperlukan agar dampak kabut asap tidak terus mengancam kesehatan maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kalteng.
“Berbeda suku, kita bersaudara. Berbeda agama, kita tetap rukun. Berbeda organisasi, kita satu tujuan. Kalteng harus bersatu demi keselamatan masyarakat dan masa depan generasi mendatang,” ujar Bush. (asp)





