BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Agie mengingatkan, Pemprov setempat untuk melakukan langkah-langkah strategis guna menekan gejolak harga bahan pokok yang kerap terjadi di hari besar keagamaan.
Agie menekankan tiga poin utama yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pertama, pemerintah melalui Dinas Perdagangan wajib memastikan ketersediaan stok bahan pangan di tingkat distributor dalam kondisi aman.
Kedua, koordinasi antar instansi, khususnya Dinas Perhubungan, sangat krusial untuk menjamin kelancaran arus distribusi pangan, baik melalui jalur darat maupun sungai.
Agie menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur jalan yang rusak agar pengiriman barang ke daerah-daerah tidak terhambat.
“Karena Kalimantan Tengah ini transportasinya ada dua: ada darat, ada sungai. Jadi dipastikan itu nanti, harapannya mereka memperhatikan itu. Kalau ada jalan yang rusak diperhatikan supaya bahan-bahan pangan lancar ke daerah-daerah,” ujar Agie, Jumat (20/2/2026).
Lebih lanjut, mantan Kepala BPS ini menyarankan dua skema pengendalian harga jika mulai terjadi kenaikan yang tidak wajar di pasar, yakni melalui Operasi Pasar dan pembentukan Pasar Penyeimbang.
Dalam skema ini, pemerintah diminta memberikan subsidi harga sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok sesuai harga distributor.
Agie juga memberikan peringatan keras kepada para distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan atau memainkan harga sepihak. Menurutnya, inflasi sering kali dipicu oleh “permainan” di tingkat distributor, bukan karena kenaikan harga di tingkat petani atau produsen.
“Iya, kan dari produsen ke distributor besar itu, distributor ini yang main mesinnya. Nah, itu pemerintah harus masuk ke situ. Kalau kamu main-main, tangkap. Ada undang-undangnyakan, ada sanksinya,” tegasnya.
Beberapa komoditas vital yang perlu diawasi ketat antara lain cabai, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, beras, hingga gas LPG. Agie meminta pemerintah untuk memantau langsung para agen LPG agar harga di tingkat pengecer tetap terkendali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Dengan langkah konkret seperti Operasi Pasar dan pengawasan ketat di jalur distribusi, saya yakin inflasi besar di Kalimantan Tengah dapat kita cegah bersama,” tutupnya. (asp)
