BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meninjau langsung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD DI Yogyakarta dalam rangka memperkuat sistem mitigasi bencana di Kalteng.
Kunjungan itu menjadi bagian dari studi strategis untuk mempelajari teknologi pemantauan bencana dan sistem informasi terpadu dalam menghadapi ancaman geologi maupun hidrometeorologi.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, bersama rombongan mengamati operasional Pusdalops BPBD DIY yang bekerja selama 24 jam memantau data dari berbagai sensor lapangan.
Delegasi Kalteng memberikan perhatian khusus terhadap sistem deteksi dini atau Early Warning System yang dinilai mampu menyebarkan informasi secara cepat dan akurat hingga tingkat masyarakat.
“Kecepatan data adalah kunci dalam menyelamatkan nyawa. Kami ingin melihat bagaimana sistem di Pusdalops DIY ini dapat kami adaptasi di Kalimantan Tengah, terutama untuk memperkuat pantauan titik panas (hotspot) karhutla dan potensi banjir besar secara real-time,” ujar Sugiyarto, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, penguatan sistem digital sangat penting bagi Kalimantan Tengah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan serta bencana banjir.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi III berharap pengelolaan data kebencanaan di Kalimantan Tengah dapat ditingkatkan melalui integrasi teknologi yang lebih modern.
Penguatan Pusdalops BPBD Kalteng dinilai penting agar pengambilan keputusan saat kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur demi melindungi masyarakat secara optimal. (asp)





