BALANGANEWS, PURUK CAHU – Disaat-saat masa sulit masyarakat di Wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), baik yang telah disubsidi oleh Pemerintah Pusat (Pertalite) atau Non Subsidi (Pertamax).
Dengan harus mengantri berjam-jam minimal 2 (dua) jam bahkan ada yang bisa lebih.
Atau membeli di tingkat eceran dengan harga yang begitu mencekik mulai dengan dari harga 25 ribu bahkan ada yang sampai 40 ribu perliter.
Melonjak jauh tajam dari harga eceran yang telah diatur oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Murung Raya (Mura), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Kepala Daerah Kabupaten Murung Raya (Mura).
Pada hari ini, Senin (11/5/2026) sore beredar informasi bahwa ada perahu mesin motor yang diduga sedang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar hebat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, tepatnya di DAS Barito depan Desa Muara Untu, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya (Mura), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dari video yang beredar, nampak jelas asap hitam pekat mengepul ke udara dari tengah-tengah DAS Barito tepatnya depan Desa Muara Untu yang berdekatan dengan lokasi Jasa Feri Penyebrangan Roda Dua (R2) Desa Muara Untu, Kecamatan Murung, Kab. Mura.
Saat ditanyakan langsung Balanganews.com ke pihak Mapolsek Murung melalui pesan WhatsApp kepada Kapolsek Murung, Yakobus Riko Biatno, S.A.P, malam hari ini, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 18.49 WIB.
Dirinya membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran terhadap perahu mesin motor pengangkut BBM, berlokasi di DAS Barito, sungai depan Desa Muara Untu, Kecamatan Murung.
“Tujuan dari mana dan tujuan kemana perahu mesin motor tersebut serta yang diangkut BBM jenis apa dan pemilik BBM siapa dan perahu mesin motor milik siapa termasuk apakah ada korban jiwa, masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Kapolsek Murung, Yakobus Riko Biatno, S.A.P kepada Balanganews.com melalui pesan WhatsApp. (Sam)





