BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera menangani kerusakan sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, termasuk di kawasan Muara Teweh.
Purdiono mengatakan, Selasa (2/6/2026), kondisi jalan nasional di kawasan DAS Barito saat ini memerlukan perhatian serius. Bahkan, di beberapa titik masyarakat terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Tidak hanya di Muara Teweh, tetapi banyak ruas jalan nasional di wilayah DAS Barito yang kondisinya sudah tidak layak,” katanya.
Menurut Purdiono, persoalan yang dihadapi bukan hanya kerusakan jalan, tetapi juga kapasitas jalan yang sudah tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas setiap hari.
Ia menilai pemerintah pusat perlu melakukan pelebaran sekaligus peningkatan kualitas jalan agar mampu mengakomodasi arus lalu lintas yang terus meningkat.
Selain itu, Purdiono juga menyoroti tingginya aktivitas kendaraan milik perusahaan besar swasta (PBS) dari sektor pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit yang diduga turut mempercepat kerusakan jalan.
Karena itu, ia meminta pemerintah pusat menetapkan aturan yang lebih tegas terhadap kendaraan bertonase besar yang menggunakan jalan umum, termasuk memperkuat pengawasan agar perusahaan ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan infrastruktur.
“Diperlukan aturan yang tegas sehingga penggunaan jalan oleh kendaraan perusahaan tidak merugikan masyarakat. Infrastruktur yang rusak harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia berharap BPJN segera mengambil langkah konkret memperbaiki ruas jalan nasional di wilayah DAS Barito sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman. (asp)





