BALANGANEWS, PURUK CAHU – Ritual Adat Manyanggar adalah salah satu ritual Adat Suku Dayak terutama Suku Dayak di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ritual Adat Manyanggar bermakna untuk membuat batasan antara dunia manusia dan makhluk halus dalam menjaga keharmonisan serta meminta dan memohon izin saat ingin membuka lahan baru dengan tujuan agar tidak terjadi gangguan.
Ritual Adat Menyanggar juga merupakan salah satu bentuk untuk mengungkapkan rasa syukur kepada roh-roh penjaga alam.
Di dalam pelaksanaan ritual Adat Menyanggar ini juga menggunakan sesuatu persembahan sekaligus memanjatkan doa-doa yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan di Alam Semesta.
Maka seiring dengan kata pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.
Oleh karena itu, PT. Karya Delta Permai (KDP), Perusahaan HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dan sebagai Perusahaan Pemegang Izin (PBPH/IUPHHK-HA) yang juga untuk mengelola, menebang, menanam dan memanen kayu dari hutan alam secara lestari.
Sebelum melaksanakan kegiatannya sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) salah satunya sebelum melakukan pembukaan badan jalan yang berlokasi di jalan tembus KM. 88 atau jalan holing PT. BBM menuju ke Kelurahan Tumbang Kunyi, Kecamatan Sumber Barito.
Melakukan ritual Adat Menyanggar untuk menghormati Adat istiadat, budaya serta peraturan dan kebiasaan Suku Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Khususnya masyarakat Adat Suku Dayak di Wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura).
Selain itu, tujuan dari dilaksanakannya ritual Adat Menyanggar sebagai sarana dalam beradaptasi sosial, kepatuhan dan memberikan penghormatan terhadap lingkungan setempat agar dapat diterima dengan baik.
Untuk pelaksanaannya, ritual Adat Menyanggar tersebut mengambil tempat di Camp Beriwit, Camp milik PT. Karya Delta Permai (KDP), pada hari, Sabtu (7/2/2026).
Pesan langsung Camat Sumber Barito, Gutuk Gunawan, S.STP., M.AP, melalui WhatsApp-nya menyampaikan bahwa, selama pelaksanaan proses ritual Adat Menyanggar semuanya berjalan dengan lancar.
“Semua proses pelaksanaan ritual adat Menyanggar yang dilaksanakan di Camp. Beriwit atau Camp. PT. KDP dari awal ritual adat hingga akhir pelaksanaan ritual adat berjalan aman dan lancar,” ujar Camat Sumber Barito, Gutuk Gunawan, Kepada Balanganews.com, kemarin pagi pada, Minggu (8/2/2026) pagi.
“Terimakasih kepada PT. KDP yang telah menghargai dan menghormati Adat Budaya Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah, yang bertujuan agar perusahaan tersebut selama menjalankan kegiatannya dapat diterima dengan baik,” ungkap Gutuk.
Selain dihadiri Camat Sumber Barito, Gutuk Gunawan beserta jajarannya, turut hadir Forkopimcam Sumber Barito, perwakilan manajemen PT. KDP, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta para tamu undangan lainnya. (Sam)
