Hassan Wirayuda: Anak Muda Harus Memahami Isu Internasional

IMG 20220826 WA0032
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia 2001-2009, Hassan Wirajuda

, JAKARTA – Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia 2001-2009, berbagi ilmu terkait Kondisi Geopolitik Dunia dan Peran Indonesia kepada para peserta Executive Education Program for Young Political Leaders Batch 8 , di Kantor DPP , Jum'at (26/8/2022).

Hassan menyampaikan pentingnya anak-anak muda memahami kondisi geopolitik dunia dan bagaimana peran Indonesia.

“Dengan pelatihan ini, Golkar Institute memberikan perhatian terhadap isu internasional. Ini merupakan hal yang sangat baik, karena setiap masalah domestik akan memiliki implikasi terhadap internasional, begitupun sebaliknya. Sehingga penting sekali untuk memahami isu-isu internasional,” papar Hassan.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi geopolitik saat ini, Hassan mengajak anak-anak muda juga belajar untuk memahami dari kondisi geopolitik dulu. Ia memaparkan, masa-masa sejarah dan perjalanan itulah yang menjadikan Indonesia memiliki luar negeri bebas aktif.

Menurut Hassan, politik luar negeri bebas aktif ini menjadi keputusan yang tepat bagi Indonesia, karena dengan ini Indonesia bisa menentukan sikap dan tindakannya sendiri. Hassan memberikan contoh dengan peristiwa internasional yang terjadi belakangan ini, seperti pandemi -19 dan perang antara Ukraina dan Rusia.

“Peristiwa pandemi dan krisis yang ditimbulkan dari perang Ukraina dan Rusia menjadi catatan bagi kita, bahwa setiap negara penting untuk memiliki sifat kemandirian, dan teguh pendirian,” lanjut Hassan.

Namun, sebagai suatu negara juga harus menjalin kerjasama dengan negara-negara kawasan. Karena kestabilan antarnegara kawasan harus tetap dirawat dan dijaga.

“Kerjasama kawasan dalam bidang politic and secuirty sangat dianjurkan, dengan memajukan secara seimbang agenda politik dan keamanan juga tidak hanya ekonomi, karena kedua ini adalah ancaman negara kita,” terangnya.

Selain itu, Hassan juga menekankan pentingnya memperkuat ASEAN, karena menjaga kestabilan dan kedamaian dengan negara-negara tetangga sangatlah penting, dan juga memperkuat kesatuan Indonesia dengan mengedepankan aspek-aspek seperti ekonomi sampai budaya.

“Perlu memperkuat ASEAN, karena ASEAN selama 55 tahun yang membuat Indonesia merasakan posisi aman dan damai. Selain itu ASEAN juga aktif membangun kerjasama dengan Timur dan lain-lain. Penting juga untuk mengelola perbedaan di Indonesia dan memperkuat kesatuan republik Indonesia, maju secara ekonomi, politik, militer, IPTEK dan sosial budaya,” jelas Hassan.

Terakhir, Hassan memberikan pesan kepada anak-anak muda untuk memahami dengan baik dasar negara yang sudah menjadi fondasi yang sangat baik bagi Indonesia.

“Anak-anak muda harus memahami dengan baik dasar negara, Pancasila dan UUD 1945 karena itu merupakan amanat untuk seluruh masyarakat di negara ini, termasuk itu politisi. Dan yakini bahwa kita memiliki fondasi negara yang sangat baik,” pungkasnya. (asp)