OJK: Sektor Perbankan di Kalteng Tumbuh Signifikan Sepanjang 2024

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Sektor perbankan di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2024.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa kinerja perbankan menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Desember 2024, total aset bank umum di Kalteng mencapai Rp83,98 triliun, meningkat 11,78 persen dari Rp75,13 triliun pada Desember 2023.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,66 persen menjadi Rp45,23 triliun, sementara kredit atau pembiayaan naik 6,73 persen menjadi Rp50,20 triliun.

Tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap terjaga di level 1,61 persen, jauh di bawah batas aman 5 persen.

Jenis kredit masih didominasi oleh kredit konsumtif sebesar Rp19,67 triliun atau 39,16 persen dari total kredit, diikuti kredit modal kerja Rp17,40 triliun atau 34,64 persen dan kredit investasi Rp13,14 triliun atau 26,17 persen.

“Berdasarkan jenis usaha, kredit non-UMKM mendominasi dengan nilai Rp32,21 triliun atau 64,17 persen dari total penyaluran kredit,” ungkap Primandanu Febriyan Aziz, Rabu (26/2/2025).

Lima daerah dengan penyaluran kredit terbesar adalah Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Utara, dan Kapuas.

Sementara itu, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), lanjut Primandanu, juga mengalami pertumbuhan.

“Total aset meningkat 6,04 persen menjadi Rp2,45 triliun, DPK naik 6,57 persen menjadi Rp1,43 triliun, dan kredit tumbuh 7,74 persen menjadi Rp1,99 triliun. Namun, tingkat kredit macet (NPL/NPF) di BPR dan BPRS naik dari 2,98 persen menjadi 4,45 persen,” katanya.

Primandanu juga menegaskan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, OJK Kalteng terus mendorong literasi dan inklusi keuangan hingga ke pelosok.

“Sinergi dengan pemerintah daerah, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus kami perkuat agar masyarakat lebih memahami produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (asp)