BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat terjadinya penurunan luas panen dan produksi padi sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pada awal 2026 terdapat sinyal perbaikan dari sisi potensi luas panen.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalteng, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa luas panen padi pada tahun 2025 tercatat sebesar 97,15 ribu hektare.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 13,86 ribu hektare atau 12,49 persen dibandingkan luas panen padi tahun 2024 yang mencapai 111,02 ribu hektare.
“Luas panen padi pada 2025 adalah sebanyak 97,15 ribu hektare, turun sebesar 13,86 ribu hektare atau 12,49 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 111,02 ribu hektare,” katanya, Senin (2/2/2026).
Sementara itu, lanjut Taufiqurrahman, untuk periode Januari hingga Maret 2026, BPS memperkirakan potensi luas panen padi mencapai 23,68 ribu hektare.
Angka itu meningkat sebesar 0,29 ribu hektare atau 1,25 persen dibandingkan luas panen padi pada periode yang sama tahun 2025.
Dari sisi produksi, BPS mencatat produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2025 mencapai 333,43 ribu ton GKG. Jumlah tersebut turun sebanyak 32,72 ribu ton GKG atau 8,94 persen dibandingkan produksi padi pada tahun 2024.
Adapun potensi produksi padi pada Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 89,18 ribu ton GKG. Angka ini menurun sebesar 1,41 ribu ton GKG atau 1,56 persen dibandingkan produksi padi pada Januari–Maret 2025.
Sejalan dengan penurunan produksi padi, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 juga mengalami penurunan.
BPS memperkirakan produksi beras mencapai 198,06 ribu ton, turun sebanyak 19,43 ribu ton beras atau 8,94 persen dibandingkan produksi beras pada tahun 2024.
Taufiqurrahman menegaskan bahwa data luas panen dan produksi padi untuk periode Januari–Maret 2026 masih bersifat potensi dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan.
“Angka luas panen dan produksi padi pada Januari-Maret 2026 merupakan angka potensi. Angka realisasi luas panen dan produksi padi Januari-Maret 2026 tergantung pada kondisi riil pertanaman padi selanjutnya,” tambahnya.
BPS akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala untuk memastikan akurasi informasi terkait kondisi pertanian padi di Kalimantan Tengah, seiring dinamika cuaca dan perkembangan pertanaman di lapangan. (asp)
