BALANGANEWS – Studi terbaru menemukan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 67 persen.
Penelitian ini melibatkan 6.814 orang dewasa berusia 45 hingga 84 tahun, dengan keterangan dari kardiolog Minhal Makshood dan Ketua Kardiologi Allen Taylor.
Penelitian dilakukan selama 12 tahun dan hasilnya dipublikasikan pada 2026 dalam jurnal JACC: Advances.
Studi ini dipublikasikan secara internasional dan menjadi rujukan global dalam bidang kesehatan jantung.
Makanan ultra-proses mengandung kadar garam tinggi, gula tambahan, dan lemak tidak sehat serta rendah serat. Kandungan tersebut dapat memicu peradangan, meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, serta mengganggu mikrobioma usus yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit jantung.
Peneliti memantau pola makan dan kondisi kesehatan peserta selama 12 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi rata-rata 9,3 porsi makanan ultra-proses per hari memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit jantung dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sekitar 1,1 porsi per hari. Setiap tambahan satu porsi per hari bahkan meningkatkan risiko sebesar 5,1 persen.
Para ahli menyarankan pola makan sehat seperti prinsip 80:20 atau Diet Mediterania dengan memperbanyak konsumsi makanan segar dan alami untuk menekan risiko tersebut. (fiz)





