BALANGANEWS. PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) membidik empat korporasi yang diduga terlibat akibat kelalaian dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Empat perusahaan yang mayoritas bergerak di sektor perkebunan itu berada di wilayah Sampit (Kotawaringin Timur) dan Pulang Pisau.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan penindakan terhadap korporasi menjadi bagian dari langkah penegakan hukum sejalan dengan arahan Presiden RI dan Kapolri untuk mempercepat penuntasan karhutla di Kalteng.
“Saat ini ada 51 kasus yang kami selidiki, 13 di antaranya sudah naik ke tahap penyidikan dengan 13 tersangka. Untuk korporasi ada empat yang sedang kami dalami terkait dugaan keterlibatan atau kelalaian dalam karhutla,” kata Kapolda saat meninjau pemadaman karhutla di Jalan Raflesia, Jalan Tjilik Riwut Km 11, Palangka Raya.
Kapolda memastikan setiap kejadian karhutla akan diproses secara hukum. Bahkan, lokasi kebakaran dapat ditutup sementara sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Dalam peninjauan itu, Irjen Iwan juga mencoba langsung kendaraan ATV yang disiapkan untuk mendukung pemadaman di lahan gambut. Menurutnya, kendaraan roda empat tersebut lebih efektif menjangkau medan yang tidak dapat dilalui mobil pemadam maupun kendaraan biasa.
“Di lahan gambut, tumpuan ATV lebih ringan sehingga lebih efektif masuk ke lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat biasa,” ujarnya.
Ia menilai penanganan karhutla tahun ini menunjukkan perkembangan positif berkat sinergi seluruh unsur Satgas. Sejak awal musim kemarau, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, patroli rutin, pengecekan embung, hingga pembangunan sekat kanal.
Hasilnya, luas karhutla di Kalteng disebut turun jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada 2015 luas lahan terbakar mencapai lebih dari 500 ribu hektare, sementara tahun ini sekitar 3.000 hektare yang menjadi fokus penanganan pemadaman.
Wilayah prioritas penanganan meliputi Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.
Kapolda menambahkan, berkurangnya debit air sungai menjadi tantangan dalam pemadaman. Untuk mengatasinya, pemerintah pusat akan memperkuat dukungan melalui pembangunan sumur bor serta pengiriman peralatan tambahan yang telah diarahkan Presiden untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan. Yud





