BMKG Ungkap Peluang Hujan di Kalteng Awal September 2026

Data prakiraan cuaca BMKG. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Setelah beberapa waktu menghadapi kondisi kering dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai berpeluang mendapat hujan dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ika Priti, mengatakan potensi hujan mulai muncul di sejumlah wilayah Kalteng pada awal September 2026, meski intensitasnya masih tergolong ringan.

“Diprakirakan berpotensi hujan ringan terdapat di Kalimantan Tengah bagian Utara pada tanggal 3 – 4 September 2026,” ujar Ika, saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, potensi hujan kemudian meluas pada periode 5-6 September 2026. Hujan ringan diprediksi terjadi di wilayah Kalteng bagian utara dan timur.

Wilayah yang masuk bagian utara meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, bagian utara Kabupaten Kapuas, bagian utara Gunung Mas, serta bagian utara Katingan.
Sementara wilayah timur mencakup Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan dan sebagian wilayah tengah Kabupaten Kapuas.

Memasuki 7-8 September 2026, peluang hujan diprakirakan semakin meluas. Potensi hujan ringan hingga hujan lokal diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.

Kondisi tersebut juga mencakup Kota Palangka Raya yang sebelumnya turut menghadapi dampak kondisi kering dan kabut asap akibat karhutla.

Menanggapi apakah hujan pada periode tersebut berpeluang terjadi secara merata, termasuk di Palangka Raya, Ika membenarkan adanya potensi tersebut.

“Iya, hujan ringan maupun hujan lokal, potensi nya di sbgian besar kalteng trmasuk kota palangka raya,” katanya.

Munculnya peluang hujan di tengah kondisi karhutla menjadi kabar yang cukup baik bagi wilayah Kalteng. Hujan berpotensi membantu meningkatkan kelembapan lahan dan menekan kondisi kering yang menjadi salah satu faktor pendukung meluasnya kebakaran.

Meski demikian, potensi hujan ringan maupun lokal belum serta-merta menghilangkan ancaman karhutla.

Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang masih terdapat titik panas maupun lahan yang kondisinya kering.

Dengan demikian, periode 7-8 September menjadi salah satu waktu yang patut diperhatikan karena peluang hujan diprakirakan lebih luas di Kalteng, termasuk Palangka Raya.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu meredakan dampak kekeringan dan mendukung upaya pengendalian karhutla yang masih berlangsung. (asp)