BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah lantik Komunitas Literasi dan Inklusi (LINK) Kalimantan Tengah, Rabu (14/9/2022) sore kemarin.
Kepala OJK Kalteng Otto Fitriandy menjelaskan, LINK Kalteng sendiri merupakan komunitas mahasiswa di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya yang awal mulanya dibentuk pada bulan April 2021 memiliki tujuan untuk meningkatkan Literasi Masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah terhadap Sektor Jasa Keuangan.
Pada awal pembentukannya, beber Otto, komunitas LINK Kalteng hanya terdiri dari mahasiswa Universitas Palangka Raya, namun pelantikan saat ini yang merupakan Generasi ke-2 sudah mencakup 3 Perguruan Tinggi di Kota Palangka Raya.
“Untuk itu, kami harapkan keikutsertaan mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi di Provinsi Kalimantan Tengah untuk dapat bergabung pada generasi-generasi berikutnya, sehingga cakupan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih luas lagi,” sambungnya.
Adapun latar belakang pembentukan komunitas tersebut, jelasnya, karena rendahnya indeks literasi keuangan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah yang berdasarkan survei di tahun 2019 tercatat di angka 37,01 persen dan berada di bawah indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia yang tercatat di angka 38,03 persen.
Selain itu, terang Otto Fitriandy, terdapat gap yang sangat besar antara indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan masyarakat. Indeks inklusi keuangan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat di angka 74,80 persen, indeks inklusi keuangan nasional tercatat diangka 76,19 persen yang dapat dianalogikan bahwa di antara sebanyak 74 orang yang memanfaatkan produk dan layanan keuangan, hanya 37 orang diantaranya yang memahami dan meyakini produk dan layanan keuangan yang dimiliki.
Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah mengajak mahasiswa untuk turut berpartisipasi aktif dalam membantu meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan.
“Selama awal terbentuk hingga saat ini, Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah dengan LINK Kalteng telah melaksanakan total sebanyak 22 kegiatan yang dilaksanakan dalam berbagai bentuk seperti Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi baik tatap muka maupun melalui media sosial, sosialisasi ke sekolah dan desa, hingga sosialisasi kepada masyarakat umum melalui partisipasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” tambah Otto.
Di akhir, ia mengharapkan kegiatan-kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan cakupan dan keterlibatan stakeholder yang lebih luas lagi, terutama sinergi dan kolaborasi Komunitas LINK Kalteng dengan Lembaga Jasa Keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah sehingga masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah lebih memahami dan meyakini serta dapat optimal memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. (asp)