OJK-BEI Kalteng Dorong Mahasiswa Kobar Cerdas Berinvestasi

OJK Provinsi Kalteng bersama BEI Kalteng memberikan edukasi pasar modal kepada mahasiswa Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat, melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal untuk meningkatkan literasi dan pemahaman investasi. (ist)

BALANGANEWS, PANGKALAN BUN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalteng mendorong mahasiswa Universitas Antakusuma, Kotawaringin Barat (Kobar) untuk memahami investasi secara cermat sebelum mengambil keputusan di pasar modal.

Dorongan tersebut disampaikan melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, yang merupakan bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan berbagai instrumen pasar modal, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai mekanisme investasi, manfaat, risiko, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan.

Perkembangan jumlah investor di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif. Jumlah investor meningkat dari 118.611 pada Juli 2025 menjadi 264.721 investor pada Juli 2026.

Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi salah satu daerah dengan jumlah investor yang cukup besar, yakni 31.467 investor atau sekitar 11,87 persen dari total investor di Kalimantan Tengah.

Jumlah tersebut menempatkan Kotawaringin Barat di posisi ketiga setelah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.

Sementara itu, nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah meningkat dari Rp0,12 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp0,18 triliun pada Juli 2026.

Sepanjang 2026, OJK Kalteng bersama BEI Kalteng dan perusahaan sekuritas juga telah melaksanakan sembilan kegiatan Sekolah Pasar Modal Goes to Campus di tujuh perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan 816 Single Investor Identification (SID) baru.

Rektor Universitas Antakusuma, Fatchurahman, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan investasi.

“Kami berharap kegiatan Sekolah Pasar Modal ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Kolaborasi dengan OJK dan BEI ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi,” terang Fatchurahman.

Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat memanfaatkan pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab.

“Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Investasi adalah bagian dari proses membangun kebiasaan finansial yang disiplin dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan. Semakin dini kita mulai memahami dan merencanakan investasi dengan bijak, semakin panjang waktu yang kita miliki untuk membangun fondasi keuangan menuju masa depan yang ingin dicapai,” terang Primandanu.

Bupati Kotawaringin Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Alfa Husain, mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

“Peningkatan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan, memahami risiko investasi, dan menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan,” terang Alfa.

Dalam kegiatan tersebut, Manajer OJK Provinsi Kalteng, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan.

Deputi Kepala BEI Kalteng, Randy Perdana, kemudian memberikan edukasi mengenai pasar modal dan berbagai instrumen investasi.

Sementara itu, perwakilan perusahaan sekuritas di Kalimantan Tengah memperkenalkan aplikasi online trading serta dasar-dasar analisis saham sebagai bekal awal bagi calon investor.

Peserta juga mengikuti diskusi interaktif yang membahas strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko, hingga cara mengenali ciri-ciri investasi ilegal.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai pasar modal, tetapi juga mampu membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang terencana serta mengambil keputusan investasi secara cermat, legal, dan sesuai dengan profil risikonya.

Kolaborasi OJK, BEI, perusahaan sekuritas, dan perguruan tinggi diharapkan terus diperluas agar edukasi pasar modal dapat menjangkau lebih banyak generasi muda sekaligus memperkuat inklusi keuangan yang diimbangi dengan literasi yang memadai di Kalimantan Tengah. (asp)