BALANGANEWS, PALANGKA RAYA — Legislator asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Syauqie, memperjuangkan alokasi sekitar Rp22,2 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pertanian masyarakat melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun anggaran 2026.
Program tersebut menjangkau 114 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Perbaikan jaringan irigasi dilakukan secara padat karya oleh kelompok petani, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kondisi saluran sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Syauqie mengatakan, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, dukungan terhadap petani perlu diwujudkan melalui program yang dapat dirasakan secara langsung di lapangan.
Syauqie menyatakan, Petani adalah bagian penting dari ketahanan pangan. Karena itu, dukungan kepada petani harus hadir bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga melalui program yang benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.
Ia menjelaskan, melalui Program P3TGAI, perbaikan jaringan irigasi dilakukan secara padat karya oleh kelompok perkumpulan petani pemakai air (P3A) untuk memastikan kualitas saluran irigasinya dalam kondisi baik.
Lanjutnya, Di Provinsi Kalimantan Tengah, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) ini menjangkau sebanyak 114 Kelompok P3A yang tersebar dengan total alokasi sekitar 22,2 miliar untuk tahun anggaran 2026.
Menurut Syauqie, keberadaan jaringan irigasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas pertanian.
Dengan saluran yang lebih memadai, petani diharapkan dapat memperoleh dukungan terhadap kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Lewat Program P3TGAI, kami ingin memastikan setiap kelompok tani di Kalteng merasakan dampaknya secara langsung, ini baru langkah awal, dan kami akan terus mendorong agar programnya diperluas dan tepat sasaran
“Semoga kualitas irigasi semakin prima, produktivitas pertanian meningkat, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat petani,” harapnya.
Syauqie menegaskan, pembangunan infrastruktur pertanian perlu terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
“Bagi kami, ketahanan pangan itu harus senantiasa berawal dimulai dari sawah yang terairi, petani yang berdaya hingga program pemerintah yang tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat petani, Selamat Hari Tani Nasional, semoga petani kita makin sejahtera dan berdaulat,” tutup Syauqie. (asp)





