BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Warga Jalan Raflesia, Jalan Tjilik Riwut Km 11, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan sadis yang menewaskan seorang montir, Sabtu (10/1) pagi.
Korban diketahui bernama M Agus, seorang montir yang sehari-hari membuka bengkel di rumahnya. Ia ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk di bagian dada dan leher.
Ironisnya, pelaku pembunuhan diduga merupakan keponakan korban sendiri, berinisial Eddy. Terduga pelaku berhasil diamankan petugas kepolisian tidak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di rumahnya yang berada di belakang rumah korban.
Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya Iptu Helmi Hamdani, membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut.
“Betul, telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Pelaku sudah diamankan dan masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni keponakan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Sementara motif pembunuhan masih terus didalami.
Ketua RT 05 setempat, Endang Susilowati, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali menerima informasi dari petugas keamanan kompleks perumahan. Mendapat laporan tersebut, ia langsung menuju lokasi kejadian bersama warga.
Dalam perjalanan menuju lokasi, Endang bertemu langsung dengan Eddy yang saat itu secara spontan mengakui perbuatannya.
“Dia bilang ke saya, ‘Saya membunuh Bu RT, saya tusuk jantungnya,’” ujar Endang menirukan pengakuan pelaku.
Endang mengaku sempat menasihati Eddy agar menyesali perbuatannya. Namun, pelaku menyampaikan bahwa dirinya melakukan pembunuhan karena rasa dendam yang telah lama dipendam.
Pelaku juga mengaku sempat berniat membunuh adiknya yang tinggal bersama korban, namun rencana tersebut gagal karena adiknya bersama anak korban berhasil melarikan diri.
“Dia bilang, ‘Laporkan saja saya Bu RT,’” lanjut Endang.
Saksi lain sekaligus petugas keamanan kompleks, Ipda Zulkifli, menambahkan bahwa saat kejadian Eddy masih memegang sebuah gunting yang diduga kuat digunakan sebagai senjata untuk menusuk korban. Ia kemudian dibujuk agar meletakkan senjata tersebut sebelum diamankan.
Berdasarkan pengakuan awal pelaku, motif pembunuhan diduga dipicu oleh sakit hati, ditambah kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
“Pengakuan sementara, pelaku datang ke rumah korban dengan menggedor pintu. Saat pintu dibuka dan terjadi adu mulut singkat, pelaku langsung menusuk korban di bagian ulu hati,” jelas Zulkifli.
Saat ini, terduga pelaku Eddy telah diamankan di Polresta Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik Satreskrim masih mendalami motif sebenarnya serta mengumpulkan keterangan saksi guna mengungkap secara utuh peristiwa pembunuhan tersebut. YUD





