Puisi: Lebah di Bunga Matahari

Whatsapp Image 2025 10 14 At 10.20.53 Pm

Karya: Rahmi Nurfitriana

Di pagi yang bening, mentari menunduk hangat,
sebatang bunga matahari menegakkan wajahnya —
kuningnya menyala seperti senyum semesta.

Seekor lebah datang, sayapnya berdesir lembut,
mendekap aroma manis yang tersimpan di kelopak.
Ia menari, tidak untuk dilihat,
melainkan untuk hidup, untuk memberi, untuk terus ada.

Setiap hinggapnya adalah doa kecil,
setiap tetes nektar yang dibawa
menjadi bagian dari madu kehidupan.

Bunga matahari tidak menahan,
ia tahu — memberi adalah bentuk cinta tertinggi.
Lebah pun pergi,
meninggalkan jejak lembut di hati alam.
Palangka Raya, 2025