Balanganews.com
Home » Sastra » Puisi: Mesin Tua
Sastra

Puisi: Mesin Tua

Whatsapp Image 2026 01 30 At 5.37.31 Pm

Karya: Rahmi NF

Mobil tua melaju pelan di jalan yang tak selalu rata
Mesinnya batuk, catnya pudar, namun arah tetap dijaga
Ia tahu, sampai bukan soal cepat, tapi setia

Di setiap kilometer tertinggal tawa dan lelah
Jok lusuh menyimpan diam, setir menghafal doa
Perjalanan panjang menjadikan waktu sahabat setia

Saat senja tiba di ujung yang akhirnya ada
Mobil tua berhenti tanpa banyak kata
Karena bertahan sejauh ini sudah lebih dari cukup makna

Palangka Raya, 2026

Berita Terkait