Balanganews, Muara Teweh – Visi modernisasi infrastruktur di Kabupaten Barito Utara mulai menunjukkan arah yang jelas. Melalui sosialisasi pengadaan tanah di Aula C Setda, Pemerintah Kabupaten mengumumkan rencana besar penataan ulang jalan-jalan protokol dan jembatan utama untuk mengubah wajah kota menjadi lebih tertata dan lancar.
Asisten III Setda, H. Yaser Arapat, mengungkapkan bahwa penataan ini bukan sekadar pelebaran jalan biasa, melainkan langkah besar untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi. Dengan kondisi jalan yang saat ini sangat padat, modernisasi melalui perluasan kapasitas jalan menjadi kebutuhan primer bagi seluruh warga.
Pemerintah menyoroti bahwa infrastruktur jalan saat ini adalah produk pembangunan tahun 2003-2004 yang sudah tidak relevan lagi dengan jumlah kendaraan tahun 2026. Oleh karena itu, diperlukan transformasi yang mencakup pelebaran jalan secara menyeluruh di titik-titik krusial dalam kota Muara Teweh.
Kehadiran Bupati H. Shalahuddin dalam sosialisasi tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengawal proyek ini. Tidak hanya jalan, fokus modernisasi juga menyasar Jembatan Hasan Basri yang sudah berusia 30 tahun. Pembangunan Jembatan Hasan Basri II dipersiapkan sebagai pengganti jembatan lama yang akan habis masa layannya.
H. Yaser Arapat juga memberikan gambaran mengenai kemungkinan penerapan jalan layang (flyover) di masa depan. Konsep ini diadopsi dari kota-kota besar untuk memastikan arus lalu lintas tetap mengalir lancar meskipun aktivitas masyarakat dan jumlah kendaraan terus bertambah pesat dari waktu ke waktu.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Barito Utara mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengadaan tanah. Penataan ini merupakan kunci bagi terciptanya kota yang lebih aman, nyaman, dan siap menghadapi tantangan transportasi di masa depan demi kesejahteraan masyarakat luas.





