Ini Penjelasan Pemprov Kalteng Soal Panjangnya Antrian Hingga Langkanya BBM di SPBU

Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, didampingi Pj Sekda, Linae Victoria Aden, saat menggelar silaturahmi bersama wartawan

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memberikan penjelasan soal adanya fenomena antrean panjang dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU yang meresahkan masyarakat.

Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalteng, Sutoyo, menjelaskan bahwa berdasarkan data harian dari Pertamina yang didapat pihaknya, pasokan BBM untuk wilayah Kalimantan Tengah sebenarnya berada dalam kondisi aman dan tidak ada pengurangan stok.

Namun, lanjut Sutoyo, terjadi anomali di lapangan akibat lonjakan harga solar industri yang sangat signifikan, sehingga kendaraan perusahaan dan masyarakat yang dulunya menggunakan BBM industri, sekarang beralih menggunakan Pertamina Dex.

“Berdasarkan analisis kami bersama tim dan Pertamina, kelangkaan Pertamina Dex dan lain sebagainya itu, menurut analisa sementara adalah bukan kekurangan stok, tetapi dengan kenaikan harga BBM solar industri itu sekarang sudah mencapai Rp33.000 per liter. Sehingga kendaraan-kendaraan perusahaan dan masyarakat itu yang dulunya menggunakan BBM industri, sekarang mereka dengan harga yang tinggi solar industri itu mereka beralih menggunakan Pertamina Dex yang harganya hanya Rp14.000 sampai Rp17.000 saja,” ujar Sutoyo.

Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Silaturahmi antara Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran beserta jajaran dengan wartawan, organisasi wartawan, organisasi media, di Aula Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng, Jumat (17/4/2026).

Sementara itu, ditempat yang sama, Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kondisi SPBU yang sering kosong dan antrean yang mengular.

Ia menyatakan telah membentuk tim khusus bersama pihak kepolisian (Polda) dan TNI (Pangdam) untuk mengawasi distribusi BBM di seluruh wilayah Kalteng. Gubernur Agustiar memberikan peringatan keras kepada para penimbun dan oknum SPBU yang bermain mata dalam pendistribusian BBM subsidi.

Orang nomor satu di Kalteng ini berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan penimbunan. Pihaknya juga akan terus memantau titik-titik rawan untuk meminimalisir praktik nakal yang merugikan masyarakat luas.

Gubernur Agustiar Sabran bahkan tidak segan memberikan rekomendasi pencopotan jabatan bagi oknum yang terbukti menghambat distribusi BBM di daerah. Ia juga akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang memberikan laporan adanya penimbunan BBM.

“Kami pastikan, bila ada penimbunan dan Bapak bisa membuktikan, akan kami tindak. Kita ingin menjaga situasi daerah tetap kondusif di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu,” tegas H. Agustiar Sabran dalam arahannya.

Pemprov Kalteng juga telah meminta Pertamina untuk mengatur kembali pola stok agar distribusi tetap lancar, mengingat tantangan infrastruktur di Kalimantan Tengah yang cukup luas dan menantang.

“Kami sudah sejak jauh berbuat. Kami sudah panggil Pertamina, kami meminta stok itu (BBM) juga diatur. Saya bilang Kalimantan Tengah ini sangat jauh infrastrukturnya,” pungkas Gubernur Agustiar Sabran. (asp)