Balanganews, Muara Teweh – Kabupaten Barito Utara mencatatkan sejarah dengan perolehan alokasi anggaran pembangunan mencapai Rp3,2 triliun pada tahun 2026. Angka ini disebut sebagai salah satu yang terbesar untuk ukuran kabupaten di wilayah Kalimantan, yang akan difokuskan pada percepatan infrastruktur.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menjelaskan bahwa perjuangan mendapatkan anggaran ini telah dilakukan bahkan sebelum dirinya resmi dilantik. Fokus penggunaan dana tersebut mencakup 11 program unggulan dan 12 program prioritas pembangunan daerah.
Beberapa proyek mercusuar yang dibiayai anggaran ini adalah pembangunan jalan dalam kota dan kawasan Waterfront City. Bupati optimis bahwa ketersediaan dana akan menjamin keberlangsungan proyek hingga tuntas tanpa kendala finansial yang berarti.
Lebih lanjut, perencanaan jangka panjang hingga tahun 2029 telah disiapkan dengan estimasi total dana mencapai Rp4 triliun. Anggaran ini nantinya akan mencakup penyelesaian tiga jembatan besar dan pengembangan kawasan permukiman baru.
Dalam sosialisasi pengadaan tanah yang digelar Senin (12/1), Bupati menegaskan bahwa besarnya anggaran ini harus diimbangi dengan eksekusi yang tepat sasaran. Salah satunya adalah melalui pembebasan lahan yang adil bagi warga terdampak pelebaran jalan.
Bupati berharap suntikan dana besar ini dapat menstimulus ekonomi lokal. Dengan infrastruktur jalan yang lebar dan tertata, distribusi barang dan jasa di Muara Teweh diharapkan menjadi lebih efisien dan murah.





