Dinas TPHP Kalteng Sebut Produksi Padi 2025 Naik 9,7 Persen

Whatsapp Image 2025 11 10 At 12.00.16 Pm
Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa produksi padi di wilayah tersebut pada tahun 2025 tidak mengalami penurunan, melainkan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya penurunan produksi padi di Kalteng berdasarkan data prediksi BPS Kalteng.

Rendi menjelaskan, berdasarkan data Sistem Informasi Produksi dan Distribusi Pangan Strategis (SI PDPS) hingga September 2025, luas panen padi di Kalteng tercatat mencapai 135.684 hektare dengan produktivitas rata-rata 37,6 kuintal per hektare, menghasilkan total 437.531 ton gabah kering giling (GKG).

Angka tersebut, lanjutnya, jauh lebih tinggi dibandingkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan produksi hanya sekitar 329 ribu ton GKG.

“Artinya, produksi padi kita tahun 2025 tidak menurun seperti yang diberitakan, tetapi justru naik sekitar 9,7 persen dibanding tahun 2024,” ujar Rendy Lesmana dalam keterangan resminya, Senin (10/11/2025).

Selain itu, lanjut Rendi, luas panen riil yang terdata melalui sistem SI PDPS juga tercatat lebih besar dari estimasi BPS, yakni 135.684 hektare dibanding 96.940 hektare.

“Sementara itu, luas puso (gagal panen) hanya sekitar 0,6 persen dari total luas tanam, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan pangan di daerah,” imbuhnya.

Rendy menegaskan, Dinas TPHP Kalteng menjelaskan bahwa perbedaan data tersebut disebabkan oleh perbedaan metodologi pengumpulan informasi antara lembaga.

BPS menggunakan pendekatan model Kerangka Sampel Area (KSA) yang bersifat estimatif, sedangkan DTPHP menghimpun data aktual lapangan dari petugas penyuluh pertanian di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.

Pemerintah Provinsi Kalteng memastikan bahwa kondisi ketahanan pangan tetap aman dan terkendali.

Dalam upaya menjaga tren positif tersebut, DTPHP bersama pemerintah daerah terus berfokus pada peningkatan efisiensi sistem irigasi, penggunaan varietas unggul, serta perluasan areal tanam di beberapa sentra produksi.

“Pemerintah provinsi juga terus berupaya meningkatkan efisiensi sistem irigasi, penggunaan varietas unggul, serta memperluas areal tanam sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi berkelanjutan,” pungkasnya. (asp)