Balanganews.com
Pemprov Kalteng

Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Perketat Pengawasan Stok Jelang Ramadan

Img 20260206 Wa0016
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra saat melakukan pemantauan harga dan stok pangan di Pasar Besar Palangka Raya. (Foto: MMC Kalteng)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan pangan segar akan diperketat guna mengantisipasi gejolak harga menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus Candra, menyatakan bahwa pihaknya memiliki mandat khusus dalam mengawasi keamanan dan kelancaran pasokan pangan segar di wilayah Bumi Tambun Bungai.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi terus dilakukan mengingat adanya komoditas tertentu yang memiliki regulasi khusus dalam tata niaganya.

“Kami dari dinas tentunya memahami regulasi yang ada dan akan memastikan suplai pangan, termasuk yang masuk dari luar pulau, serta memastikan stok yang tersedia di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Agus Candra.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan pemantauan harga dan stok pangan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 2026 di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Agus mengakui bahwa secara historis, fluktuasi harga kebutuhan pokok kerap terjadi pada fase awal Ramadan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, ia menilai kondisi tersebut sebagai fenomena pasar yang wajar dan biasanya bersifat sementara.

“Memang biasanya di awal Ramadan terjadi kenaikan, tapi setelah berjalan sekitar satu minggu, umumnya harga kembali normal,” jelasnya.

Meski tren harga diprediksi akan kembali melandai di tengah Ramadan, Pemprov Kalteng tetap bersiaga penuh dalam memitigasi potensi lonjakan harga kedua yang biasanya terjadi mendekati Hari Raya Idulfitri.

Langkah antisipasi disiapkan untuk memastikan rantai distribusi dari luar pulau tidak terhambat, mengingat ketergantungan pasokan beberapa komoditas masih cukup tinggi.

Agus menegaskan, fokus utama dinas saat ini adalah menjaga agar daya beli masyarakat tidak terganggu oleh kenaikan harga yang tidak terkendali. Pengawasan di pintu-pintu masuk pangan dan koordinasi dengan distributor terus diintensifkan sebagai langkah preventif.

“Kami akan memastikan menjelang Hari Raya Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya, kenaikan harga tidak terlalu jauh dan tetap terkendali,” tutup Agus.

Melalui komitmen ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran akan kelangkaan stok maupun harga pangan yang melambung tinggi. (asp)

Berita Terkait