Balanganews.com
Pemprov Kalteng

Terima Kunker Stafsus Presiden, Gubernur Kalteng Dorong Sinergi Tingkatkan Ekraf

10022026034106 2

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), Yovie Widianto, di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng Selasa (10/2/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif merupakan kehormatan sekaligus peluang besar bagi Kalimantan Tengah dalam mendorong sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

“Kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, menjadi kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki kekayaan seni budaya, kriya, musik, serta produk UMKM yang berlandaskan nilai falsafah Huma Betang dan berpotensi besar untuk dikembangkan agar memiliki daya saing.

“Kami memiliki potensi seni, budaya, kriya, musik, dan produk UMKM berbasis kearifan lokal yang perlu dikembangkan agar kompetitif dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuh Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam mendukung program prioritas nasional sesuai ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Penguatan sektor ekonomi kreatif kami yakini sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” imbuh Gubernur.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, mengapresiasi potensi dan kualitas sumber daya manusia pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah yang dinilainya memiliki keunggulan tersendiri.

“Saya melihat pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah memiliki semangat, kemampuan, dan kualitas SDM yang unggul, bahkan di atas rata-rata,” tutur Yovie.

Menurut Yovie, keterbatasan bukan menjadi hambatan utama dalam berkarya, justru dapat mendorong lahirnya kreativitas besar apabila didukung kolaborasi dan ekosistem yang tepat.

“Keterbatasan sering mendorong lahirnya kreativitas besar, asalkan didukung oleh kolaborasi, ekosistem, dan infrastruktur ekonomi kreatif yang memadai,” jelas Yovie.

Ia pun menyatakan optimisme bahwa dengan penguatan ekosistem dan sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif, Kalimantan Tengah berpeluang menjadi pusat ekonomi kreatif unggulan di kawasan Kalimantan.

“Saya optimistis, melalui sinergi pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif, Kalimantan Tengah dapat menjadi pusat ekonomi kreatif unggulan di Kalimantan,” tandas Yovie. (asp)

Berita Terkait