Lulus Latsar, CPNS Kalteng Diminta Jadi Agen Perubahan Birokrasi

Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng, Sunarti saat memberikan sambutan. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Angkatan III serta Golongan III Angkatan VI hingga XI tahun 2025.

Para alumni pelatihan ini dituntut untuk tidak sekadar menjadi pegawai biasa, melainkan menjadi motor penggerak inovasi di unit kerja masing-masing.

Acara penutupan yang berlangsung di Aula BPSDM Provinsi Kalteng ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng, Sunarti, yang hadir mewakili Gubernur Kalteng, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Sunarti menegaskan bahwa, Latsar merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menentukan kualitas pelayanan publik di masa depan.

“Saudara-saudara tidak sedang dilatih menjadi pegawai biasa. Saudara sedang ditempa untuk menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan tangguh menghadapi tekanan sistem birokrasi yang kompleks,” ujar Sunarti.

Sunarti menjelaskan, bahwa di tengah era transformasi besar saat ini, birokrasi dituntut untuk bergerak lebih cepat, adaptif, dan responsif.

Pemprov Kalteng sendiri saat ini tengah memprioritaskan digitalisasi pelayanan publik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Oleh karena itu, ia memberikan instruksi tegas agar para lulusan Latsar mampu membawa warna baru dan berani melakukan pembenahan sistem di lingkungan kerja mereka.

“Saya menuntut seluruh alumni Latsar CPNS untuk menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing, membawa inovasi, bukan sekadar rutinitas, serta memperbaiki sistem, bukan hanya menjalankan sistem yang salah,” tegasnya.

Selain aspek teknis, Sunarti juga menyoroti pentingnya karakter Belom Bahadat (hidup beradab/beretika) sebagai jati diri ASN Kalimantan Tengah.

Ia mengajak seluruh peserta untuk mengombinasikan adab, pemikiran kritis, dan keterampilan inovatif demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Saya mengajak kita semua untuk terus berkolaborasi dan bekerja keras dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati, guna bersama-sama membangun Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, melaporkan bahwa sebanyak 280 peserta yang mengikuti pelatihan kali ini dinyatakan lulus secara keseluruhan.

Para peserta tersebut berasal dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Katingan sebanyak 58 orang, Kabupaten Lamandau 169 orang, dan Kabupaten Seruyan 53 orang.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para ASN baru tersebut diharapkan langsung terjun ke instansi masing-masing untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai integritas yang telah didapatkan selama masa penempaan di BPSDM. (asp)