BALANGANEWS, KUALA KURUN – Tim gabungan dari lintas instansi melakukan evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), yakni K (35) di kediamannya, Jalan Hentak, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), pada Kamis (23/4/2026), pukul 14.00 WIB.
Evakuasi dari tim gabungan itu melibatkan personel Polsek Tewah, Koramil Tewah, dinas sosial, satpol PP, dinas kesehatan, jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan dan petugas dari Puskesmas Tewah.
“Evakuasi kami lakukan setelah munculnya beragam unggahan dari warga di media sosial, yang merasa resah dengan perilaku K,” ucap Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K, M.H, melalui Plh. Kapolsek Tewah Ipda Muchlis Aryanto, S.H, Jumat (24/4/2026).
Dia menuturkan, proses evakuasi K yang merupakan seorang laki-laki dewasa dan sehari-hari berdomisili di Jalan Hentak itu, disaksikan oleh pihak keluarga. Ini untuk memastikan penanganan sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku.
“Kehadiran pihak keluarga untuk membantu proses pemindahan K dari kediamannya menuju kendaraan evakuasi berjalan dengan aman dan tanpa kendala,” tuturnya.
Dia mengakui, tindakan evakuasi merupakan upaya menjaga keselamatan warga, dan hak pasien untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Terlebih lagi, keberadaan K menimbulkan keresahan warga yang tinggal di lingkungan sekitar.
“Kami bersama tim gabungan serta pihak keluarga memutuskan mengevakuasi K ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, K sudah dibawa ke RSJ Kalawa Atei untuk pengobatan lebih lanjut. Perjalanannya dikawal ketat tim medis serta personel keamanan, untuk pastikan kondisi pasien tetap stabil hingga ditangani oleh dokter spesialis jiwa.
“Dari pihak keluarga juga merasa terbantu, karena memiliki keterbatasan untuk membawa anggota keluarganya berobat secara mandiri ke rumah sakit jiwa yang lokasinya cukup jauh,” jelasnya.
Dia menambahkan, penanganan ODGJ memerlukan pendekatan yang tepat, dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Keberhasilan proses evakuasi menjadi bukti nyata sinergi kepolisian, pemerintah daerah hingga masyarakat terhadap permasalahan sosial yang terjadi.
“Kami ingin K mendapatkan tindakan medis yang tepat oleh tim medis, sehingga bisa pulih dan kembali berkumpul dengan keluarga,” tukasnya. (ahs)





