Hidupkan Ekonomi Lokal, Program MBG di Gunung Mas Berdayakan Pedagang Sayur

BALANGANEWS, GUNUNG MAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan siswa, tetapi juga terbukti menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Salah satu bukti nyata dirasakan oleh Rahmat, seorang pedagang sayur di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Rahmat berhasil menangkap peluang emas dengan menjadi pemasok rantai pasok bahan pangan bagi dapur MBG, atau yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketekunannya dalam menjaga kesegaran produk dan ketepatan waktu pengiriman membuatnya mendapatkan kepercayaan penuh dari pengelola program.

“Awalnya saya cuma dipercaya mengirim beberapa sayuran seperti wortel dan sawi. Namun kian hari saya dipercayakan mensuplai ayam, tahu, tempe dan juga buah-buahan,” ungkap Rahmat, Kamis (30/4/2026).

Ia menceritakan bahwa perjalanan awalnya dimulai dengan mempelajari standar ketat yang diterapkan oleh SPPG.

Mengingat program ini diperuntukkan bagi konsumsi anak-anak sekolah, kualitas bahan baku menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Awalnya sih kita belajar dulu bagaimana standar yang diminta dapur, karena untuk makanan bergizi kualitasnya harus benar-benar terjaga,” tambahnya.

Sudah hampir tiga bulan terakhir, Rahmat rutin memasok kebutuhan dapur SPPG Tumbang Talaken. Meski sempat menghadapi tantangan fluktuasi harga akibat musim kemarau, ia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga demi memastikan pasokan gizi bagi anak-anak tidak terganggu.

“Alhamdulillah, berkat menjaga kualitas, sekarang ini sudah hampir 3 bulan kami telah mensuplai ke dapur SPPG Tumbang Talaken,” tuturnya penuh syukur.

Rahmat berharap program ini dapat terus berlanjut secara konsisten karena telah memberikan dampak nyata bagi penghasilan harian masyarakat kecil.

Menurutnya, MBG adalah jembatan yang menghubungkan pemenuhan gizi anak bangsa dengan kesejahteraan pedagang lokal.

“Harapannya pesanan lancar terus, biar orang kecil seperti kita tetap punya penghasilan harian,” pungkasnya. (asp)