BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Arus distribusi hasil tangkapan laut dari Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga saat ini dilaporkan masih didominasi pengiriman ke luar daerah.
Kalimantan Selatan menjadi salah satu tujuan utama pemasaran, terutama melalui jalur perbatasan seperti Kabupaten Pulang Pisau.
Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan, meski potensi produksinya tergolong besar.
Berdasarkan data tahun 2025, produksi perikanan tangkap di Kalteng tercatat mencapai lebih dari 159 ribu ton.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menilai fenomena nelayan yang memilih menjual hasil tangkapan ke luar daerah sebagai mekanisme pasar yang rasional.
Hal tersebut dipengaruhi oleh pertimbangan harga yang lebih tinggi serta kemudahan akses pasar di wilayah tetangga.
“Ini merupakan mekanisme pasar yang berjalan rasional, dipengaruhi oleh pertimbangan harga, akses, dan efisiensi distribusi,” ujar Siti Nafsiah di Palangka Raya, Senin (27/4/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi sinyal masih lemahnya sistem perdagangan dan distribusi di dalam daerah. Akibatnya, nilai tambah dari sektor perikanan belum sepenuhnya dinikmati untuk kesejahteraan wilayah Kalteng sendiri.
Siti Nafsiah menyoroti keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk Pulang Pisau, yang menjadi kendala utama.
Minimnya fasilitas seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan (TPI), hingga sistem rantai dingin (cold chain) dinilai menghambat penyerapan hasil tangkapan di pasar lokal.
“Permasalahan ini tidak hanya bersifat teknis sektoral, tetapi juga berkaitan dengan struktur logistik dan konektivitas wilayah secara keseluruhan,” tegas Siti Nafsiah.
Guna mengatasi persoalan tersebut, ia mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan daya saing harga di pasar lokal serta memperluas akses distribusi di dalam daerah.
Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dinilai krusial guna menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu mendongkrak PAD. (asp)





