BALANGANEWS, Murung Raya – Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, Rejikinoor SE, menegaskan bahwa desa tidak boleh terus berada di posisi tertinggal dalam arus pembangunan daerah. Ia mengingatkan pemerintah agar memperlakukan wilayah pedesaan sebagai prioritas yang sejajar dengan kota, karena sebagian besar potensi ekonomi daerah justru berada di perdesaan.
“Desa jangan hanya jadi penonton pembangunan. Mereka berhak mendapatkan fasilitas dan perhatian yang sama agar bisa merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” tegas Rejikinoor, Selasa (14/10/2025).
Ia menilai, ketimpangan fasilitas publik seperti jalan lingkungan, sarana pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan masih terlihat jelas di sejumlah desa. Karena itu, ia meminta seluruh program strategis pemerintah lebih diarahkan pada upaya penguatan sektor produktif yang telah menopang kehidupan masyarakat perdesaan sejak lama.
“Pertanian, perkebunan, dan perikanan itu tulang punggung ekonomi desa. Kalau sektor-sektor ini diperkuat, maka masyarakat akan lebih mandiri secara ekonomi,” katanya.
Selain itu, Rejikinoor mendorong agar perencanaan pembangunan tidak lagi dilakukan secara serampangan. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berbasis data lapangan, bukan asumsi semata.
“Program pembangunan itu harus berbasis riset. Kita perlu tahu potensi tiap desa agar intervensinya tepat dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, beberapa desa memiliki lahan produktif namun kekurangan fasilitas pengolahan hasil pertanian, sementara desa lain memiliki potensi perikanan tetapi minim pembinaan dan akses ke pasar.
Mengakhiri pernyataannya, Rejikinoor berharap pemerataan pembangunan dapat menjadi fokus utama pemerintah daerah ke depan. Menurutnya, Murung Raya hanya akan maju jika seluruh wilayahnya bergerak bersama.
“Kita ingin seluruh desa tumbuh. Tidak ada lagi kesenjangan antara desa dan kota. Itulah pembangunan yang berkeadilan,” tandasnya. (asp)





