Balanganews.com
Palangka Raya

Tak Hanya Literasi, Pemuda Katolik Kalteng Incar Sertifikasi Pasar Modal

Img 20260225 Wa0031

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas fokus penguatan kapasitas generasi muda, tidak hanya pada literasi keuangan, tetapi juga hingga sertifikasi resmi profesi pasar modal.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan resmi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalteng di Kantor BEI Wilayah setempat, Selasa (24/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama jangka panjang dalam pengembangan literasi pasar modal sekaligus membuka peluang bagi kader muda untuk mengikuti sertifikasi profesi di sektor industri keuangan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng, Stephanus Cahyo Adiraja menegaskan, komitmen pihaknya dalam memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

“BEI Kalimantan Tengah terus berkomitmen memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami mekanisme pasar modal dan terhindar dari praktik investasi ilegal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting di tengah maraknya tawaran investasi yang tidak memiliki legalitas jelas. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan mampu membedakan investasi resmi dan praktik ilegal yang merugikan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah program kolaboratif, antara lain penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal, seminar literasi keuangan, pelatihan teknis investasi, hingga pendampingan komunitas berbasis kader Pemuda Katolik.

Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mulai dari konsep dasar investasi hingga mekanisme transaksi di pasar saham.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalteng, Dorothea Sthallhani Jasi menyampaikan, bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing kader di tengah dinamika ekonomi nasional yang semakin kompetitif.

“Kami melihat peluang besar dalam penguatan kapasitas pemuda melalui sertifikasi pialang saham. Harapannya, kader Pemuda Katolik tidak hanya memiliki literasi keuangan yang baik, tetapi juga memiliki sertifikasi resmi yang dapat menjadi nilai tambah dan daya saing dalam dunia kerja,” ungkap Jasi.

Selain penguatan literasi, pembahasan juga menyoroti peluang fasilitasi kader untuk mengikuti sertifikasi profesi pasar modal seperti Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan Wakil Manajer Investasi (WMI).

Sertifikasi tersebut merupakan salah satu prasyarat untuk berkarier secara profesional di industri pasar saham Indonesia.

Sinergi antara organisasi kepemudaan dan BEI ini diharapkan mampu memperluas inklusi pasar modal di Kalimantan Tengah sekaligus melahirkan generasi muda yang cerdas secara finansial, profesional, dan berintegritas.

Kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis lanjutan guna merealisasikan program edukasi dan sertifikasi secara berkelanjutan di wilayah Kalimantan Tengah. (asp)

Berita Terkait